selamat ulang tahun mamaku sayang, 
semoga selalu sehat dan panjang umur.
mudahan anak bungsumu ini selalu bisa berbakti padamu. 
selalu sehat ya mamaku tersayang. :):)
‪#‎maaf‬ ma tahun ini saya gak ada di rumah#photo tahun lalu.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
sejatinya aku sedang menyakiti diri sendiri kecuali sang mentari baru akan menyambut niat baik ini. yang lalu berlalu saja, akan hadir cahaya baru. 
kebiasaan menyia-nyiakan jiwa yang tulus segera hilangkan. jangan dipelihara sifat buruk itu!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
satu keputusan berat dan berisiko tinggi hanya untuk satu orang
#gak ngerti ngerti juga
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
  1. BAWANG MERAH

    Saat epidemi influenza merebak di banyak tempat di dunia, seorang dokter memperhatikan ada keluarga yg sama sekali tak tersentuh demam influenza itu.Ia mendapati bahwa keluarga ini tiap hari menaruh bawang merah yg dikupas di piring dan meletakkannya di setiap kamar di rumah itu. Ketika ia mengambil salah satu piring dgn metoda bakteriologis yg semestinya, ia mendapati seluruh permukaan bawang itu penuh virus influenza yg sudah inaktif. Bawang merah itu memfokuskan virus ke dalam dirinya, lalu membunuhnya. Bukan hanya virus, tapi juga bakteri, semuanya terkumpul di situ dalam keadaan sudah inaktif/ mati. Beberapa toko yg memasang bawang merah di sekitar tokonya juga terbebas dari serangan epidemi dan mendapati karyawannya lebih sehat. Jadi, tempatkanlah bbrp butir bawang merah yg telah dikupas dalam sebuah mangkuk, tempatkan di kamar tidur dan ruang keluarga, ganti setiap hari, tentu saja, maka anda akan terbebas dari virus dan bakteri. Seorang penderita radang paru berat menjalani perawatan bawang merah sebagai berikut: Sebutir bawang merah diiris kedua ujungnya. Salah satu ujungnya dicocok dgn garpu, lalu tangkai garpu dimasukkan sebuah botol agar dapat berdiri. Taruh di samping ranjang penderita semalaman suntuk, paginya bawang merah berubah jadi kehitaman karena penuh kuman. Buang dan ganti dgn yg baru. Penderita akan lebih cepat sembuh. Bawang merah mentah yg telah dikupas adl magnet kuat bagi kuman, jadi jangan menyimpan bawang merah mentah yg sudah dikupas, walaupun dalam lemari es, kecuali untuk membersihkan bakteri/virus dalam lemari es anda. Begitu pula kentang mentah, setelah diiris atau dikupas mudah sekali dimasuki kuman. Karenanya sebaiknya mengupas bawang merah mentah hanya jika untuk langsung dimasak, bukan untuk persediaan. *TIPS ini berasal dari Dr. Yahya Wardoyo

    yuk share info ini dan jgn lupa like ya 
    Foto: BAWANG MERAH

Saat epidemi influenza merebak di banyak tempat di dunia, seorang dokter memperhatikan ada keluarga yg sama sekali tak tersentuh demam influenza itu.Ia mendapati bahwa keluarga ini tiap hari menaruh bawang merah yg dikupas di piring dan meletakkannya di setiap kamar di rumah itu. Ketika ia mengambil salah satu piring dgn metoda bakteriologis yg semestinya, ia mendapati seluruh permukaan bawang itu penuh virus influenza yg sudah inaktif. Bawang merah itu memfokuskan virus ke dalam dirinya, lalu membunuhnya. Bukan hanya virus, tapi juga bakteri, semuanya terkumpul di situ dalam keadaan sudah inaktif/ mati. Beberapa toko yg memasang bawang merah di sekitar tokonya juga terbebas dari serangan epidemi dan mendapati karyawannya lebih sehat. Jadi, tempatkanlah bbrp butir bawang merah yg telah dikupas dalam sebuah mangkuk, tempatkan di kamar tidur dan ruang keluarga, ganti setiap hari, tentu saja, maka anda akan terbebas dari virus dan bakteri. Seorang penderita radang paru berat menjalani perawatan bawang merah sebagai berikut: Sebutir bawang merah diiris kedua ujungnya. Salah satu ujungnya dicocok dgn garpu, lalu tangkai garpu dimasukkan sebuah botol agar dapat berdiri. Taruh di samping ranjang penderita semalaman suntuk, paginya bawang merah berubah jadi kehitaman karena penuh kuman. Buang dan ganti dgn yg baru. Penderita akan lebih cepat sembuh. Bawang merah mentah yg telah dikupas adl magnet kuat bagi kuman, jadi jangan menyimpan bawang merah mentah yg sudah dikupas, walaupun dalam lemari es, kecuali untuk membersihkan bakteri/virus dalam lemari es anda. Begitu pula kentang mentah, setelah diiris atau dikupas mudah sekali dimasuki kuman. Karenanya sebaiknya mengupas bawang merah mentah hanya jika untuk langsung dimasak, bukan untuk persediaan. *TIPS ini berasal dari Dr. Yahya Wardoyo

yuk share info ini dan jgn lupa like ya :)
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Nasihat Dari Imam Baqir a.s
Kuwasiatkan lima hal kepadamu:
(1) jika engkau dizalimi, jangan berbuat zalim,
(2) jika mereka mengkhianatimu, janganlah engkau berkhianat,
(3) jika engkau dianggap pembohong, janganlah marah, 
(4) jika engkau dipuji, janganlah gembira, dan
(5) jika engkau dicela, kontrollah dirimu”.
semoga kita tetap diberi ketabahan dalam menjalani lika-liku dalam hidup ini. Aamiin...
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Kita sejatinya adalah manusia biasa. Namun kita harus mampu membuat sesuatu yang luar biasa. Jangan hanya menjadi biasa-biasa saja. Sekecil apapun yang kita lakukan itulah alternatif untuk menghadirkan kebermaknaan dalam hidup.
Kitalah makhluk yang bisa terluka, kita juga makhluk yang bisa menangis. Namun hanya kita pula yang mampu mengambil hikmah atas apa yang terjadi pada kita.:)
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
jika doa'mu tak terjawab, jangan gugup dan kacau.
berdo'a aja lagi. wokkeee  ^^^^^_____^^^^^
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Kadang kamu harus berhenti peduli pada seseorang, bukan karena membencinya, tapi karena dia tak pernah menyadari pedulimu.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
cinta itu burung yang indah,
mengemis untuk ditangkap, tp menolak untuk dilukai..

Khalil Gibran
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Tere Liye

Jadilah seseorang yang: "Aku akan tetap menunggu. Tidak peduli kau datang atau tidak." untuk seseorang yang: "Aku akan pasti datang. Tidak peduli kau tetap di sini atau pun tidak."

Meski hingga detik ini kita tidak tahu siapa seseorang tersebut. Meski kita terlampau malu dengan harapan2. Teruslah memperbaiki diri, besok lusa kita akan paham hakikat nasehat ini.

*Tere Liye
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Surat untuk bapakku tercinta,

Surat untuk bapakku tercinta,

Assalamualaikum pak, ini surat dari anak bungsumu yang sayang dan cinta sekali dengan bapak. Bapak maaf jika aku hanya terbiasa memanggilmu dengan panggilan bapak, bukan ayah, bukan papa, bukan papi, atau bahkan panggilan amak seperti yang sudah sering aku dengar tiga tahun belakangan ini pak.
Bapak, dimalam kesebelas puasa Ramadhan tahun 2014 ini aku sangat- dan selalu bertambah merindukanmu. Di usia keenam belasku, kita pun sudah tak pernah bersama melalui bulan ramadhan. Kini aku sudah berusia dua dua pak, dan masih sangat- sangat ingat kebiasaan kita melalui bulan Ramadhan dulu. Aku merindukanmu bukan karena aku egois hanya ingin disayang olehmu pak tapi karena aku merasa belum bisa menunjukkan baktiku kepadamu.
Pak, sore ini aku lihat seorang bapak tengah membonceng anaknya yang  seusia aku SD kelas 1 dulu.  Beliau membonceng dengan sepeda kayuh seperti yang sering engkau lakukan padaku dulu. Pak, sungguh aku bahagia melihat bapak itu bersama anaknya. Mereka berbincang – bincang juga seperti yang telah kita lalui dulu. Aku juga bahkan masih sangat ingat saat engkau memegang tangan kananku yang masih sangat kecil itu untuk berjalan – jalan sekedar menghabiskan waktu sebelum maghrib. Engkau bahkan bercerita tentang bagaimana engkau merantau dan mencari uang untuk sekolah kami anak – anakmu.
Anakmu kini sudah kuliah pak, tidakkah engkau ingin melihatku yang sudah tumbuh menjadi gadis ini pak? Pertanyaan ini terlalu konyol ya pak? Tentu saja sebenarnya aku tahu jawabannya pak, hanya saja aku tak pernah menganggap engkau telah pergi selamanya. Aku hanya selalu berfikir bahwa engkau hanya pergi merantau sebentar lalu ketika aku diwisuda nanti engkau bisa hadir sebagai waliku pak. Aku tak pernah menganggap engkau pergi. Demi ALLOH pak aku sangat sangat merindukanmu. Saat surat inipun ditulis aku berlinangan air mata pak. Jika bukan karena aku takut dibilang sok dan cengeng maka mungkin aku akan nangis sekencang –kencangnya sambil memangil namamu pak.
Pak, cerita dongengmu setiap kali hendak tidur dulu selalau terbayang dan teringat. Apalagi tangan lembutmu yang selalu menata rambutku dulu selalu aku ingin lakukan lagi pak. Enam tahun dan 7 kali lebaran bukan waktu yang sebentar pak. Mamak dan kakak- kakak pasti juga sangat merindukanmu pak. Do’aku kepada Tuhan untuk rumahmu yang nyaman disana selalu kupanjatkan pak. Jangan marah padaku ya pak kalau kadang aku iri pada teman – temanku yang sering bercerita tentang ayah yang memarahi mereka jika telat pulang. Aku kadang marah pada mereka jika mereka membicarakan keburukan ayah- ayah mereka. Pak, seumur- umur aku tidak pernah ingat engkau memarahiku. Aku bahkan tak pernah kau tegur. Aku tahu itu bukan karena engkau tak sayang padaku tetapi karena engkau tahu bahwa aku takkan pernah melanggar hal- hal yang engkau larang dan aku takkan pernah melakukan hal – hal yang tak kau sukai pak. Itulah kenapa aku selalu merasa menjadi anakmu yang paling dekat denganmu daripada kakak- kakak yang lain pak, meski hanya 16 tahun pak aku bersamamu.
Aku sayang dengan semua keluarga kita pak termasuk dirimu dan ibu. Meski aku belum bisa memperlihatkan baktiku dengan materi yang biasa anak – anak lain tunjukkan tetapi fatihah selalu aku kirimkan kepada mereka pak. Pak, kakak – kakak sudah menikah semua pak. Tinggal aku saja yang belum. Coba bapak ada mungkin kita bisa saling curhatan tentang ini. Maaf Tuhan bukan aku tak terima bapak sudah ada ditempatmu yang mulia, anggap saja aku sedang berandai – andai dan sedang bersama bapak Tuhan.
Pak, setahun lagi insyaallah aku wisuda. Itu berarti aku akan menghadapi dunia kerja ynag katanya orang- orang itu berat. Pak, restui saya untuk itu. Tetap pantau anakmu ini. Tuntutan usiaku yang sudah kepala dua ini mau tidak mau pasti akan segera menikah pak. Aku takut jika membayangkan itu. Dengan siapa nanti aku akan menikah? Dan bagaimana orangnya? Sungguh pertanyaan itu jawabnnya masih misteri pak. Aku bahkan terpikir jika seandainya engkau ada maka engkau akan mencarikan lelaki terbaik di dunia ini untukku pak. Tetapi aku tahu ibu tidak demikian pak. Selama ini aku selalu diberikan kebebasan untuk memilih jalan mana yang hendak kupilih tanpa paksaan atau intimidasi apapun.
Pak, aku ingin laki- laki yang membanggakan sepertimu. Bisa sabar dalam keadaan apapun seperti yang selalu engkau lakukan. Tak pernah menjawab ketika mamak marah. Selalu makan apa yang disediakan mamak dan tak pernah mencelanya walau kadang masakan mama terlalu asin. Yang selalu mengajak berjamaah setiap harinya. Yang mengajarkan kesabaran dan ketlatenan selama hidupnya. Yang sayang karena Allah kepadaku dan mampu hingga akhir hayat bersamaku pak, lalu yang yang lain yang takkan muat jika kutulis disini pak. Jika aku sudah menemukan itu maka aku kan bercerita detail dirimu pak. Agar dia bisa belajar dari dirimu. Dirimu yang selalu jadi idolaku, idola seumur hidupku.
Pak, aku sedang tak bersama siapa –siapa saat ini. mamak ada di rumah pak, mbak ROhmah dan mbak farida dirumah bersama mamak pak. Cak rowi dan keluarganya di pulau Sulawesi pak. Cak bahroden di Pulau Sumatera. Cak  Solekhan di Jawa Tengah. Cak fadholi di rumah rantaunya.  aku disini pak, ditempat rantauku. Sementara mbak Badriyah mungkin sedang bersamamu pak. Pak, banyak hal yang sesungguhnya berhak engkau tahu dari anakmu ini. Aku tahu Mamak sangat menyayangimu pak. Terlihat dari saat –saat engkau pergi dulu mamak bahkan sering melamun. Tentu itu karena mengingatmu pak. Aku tahu itu. Saat- saat paling terpuruk sekalipun mamak tak pernah menunjukkan kesedihannya padaku sama sepertimu dulu. Aku sadar kalau mamak juga banyak belajar darimu pak sama seperti aku.
Pak, engkau adalah ayah terbaik didunia. Semua anak yang lahir menjadi anakmu tentu saja akan bangga punya bapak sepertimu. Aku anakmu yang selalu bangga menjadi darah dagingmu.
Pak, I miss u

fafa

Mataram, 09 Juli 2014
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
jika bukan karena nikmat Tuhan yang tiada terkira sungguh kita bukan apa - apa dan tidak akan berarti apa- apa.
#hari kesembilan Ramadhan berkah
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

ketika engkau kecewa

Ketika engkau kecewa ingatlah Tuhanmu yang selalu memuliakan orang yang teraniaya
Ketika engkau bersedih fikirkan tentang bagaimana perasaan ibu Hawa ketika dipisahkan dengan Adam.
Doamu belum terkabul? Janji dan doamu akan diganti di surga
Jika Keadaan sedang sulit, lalu menangislah pada Tuhanmu dan adukan semuanya agar sesak didadamu hilang
Saat yang lain bahagia lalu kau tidak merasakan apa-apa, jangan khawatir sebab ada beribu orang diluar sana yang punya masalah lebih berat daripada kamu.
Mungkin nilaimu anjlok gara-gara temanmu, bersabarlah karena semester depan pasti kau dapat yang paling baik.
Engkau tak jadi berangkat karena uang tiba-tiba hilang? Jangan khawatir sebab mungkin uang itu akan jadi musibah untukmu.

Menangislah, tapi segera bersabarlah, berdoalah, lalu usahakan dan tunggu semua kekhawatiran itu akan sirna. Aamiin
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

paman Chairil Anwar punya

Cintaku Jauh di Pulau
Cintaku jauh di pulau
Gadis manis, sekarang iseng sendiri

Perahu melancar, bulan memancar
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak ‘kan sampai padanya

Di air yang tenang, di angin mendayu

di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja.”

Amboi! Jalan sudah bertahun kutempuh!
Perahu yang bersama ‘kan merapuh
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!

Manisku jauh di pulau,
kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

terlalu pintar / terlalu bodoh = ndak normal

iya ta? dosen dosen, ada ada aja
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

normal namanya jika merasa merindu, karena itulah manusia normal sewajarnya.:)

normal namanya jika merasa merindu, karena itulah manusia normal sewajarnya.:)
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Mataram University, Indonesia













  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

senyumanmu....:)

Indah matamu derai rambut mu
Menunjukkan itulah keindahan
Yang memberikan bentuk senyuman
Sebentuk usapan kepada hati
[*]
Sinar wajahmu lembut katamu
Seperti nyaman ku menggubah dunia
Kian terasa begitu hampa
Semuanya sirna tanpa cinta
[**]
Ku temukan arti kerinduan
Dan ku mengerti yang ku cari
[***]
Kau bukanlah cantikmu yang ku cari
Bukanlah itu yang aku nanti
Tetapi ketulusan hati yang abadi
Ku tahu mawar tak seindah dirimu
Awan tak seteduh tatapanmu tetapi
Ku tahu yang ku tunggu hanyalah senyummu
Kembali ke [*][**][***]

letto
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Apapun yg trjadi, dunia itu pasti berputar!

Apapun yg trjadi, satu hal yg harus kita yakini bhwa dunia pasti berputar. Mungkin saat ini ktidak senangan seseorang kpda kita mbuat kita harus menghadapi brbgai masalah. Namun skali lagi dunia itu pasti berputar. Boleh jadi seiring waktu brjalan hal tersebut akan brubah mjadi suatu dukungan untk masa yg akan datang. Percyalah, dunia itu pasti berputar.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Aku Rapopo


PUISI PAK JOKOWI..==========================Aku Rapopo



Aku bukanlah seorang jenderal berkudaTak tampak gagah nan berwibawaAku bukanlah seorang pengusaha punya banyak timbunan harta



Aku hanyalah orang desa. Tak pernah mimpi menjadi penguasaAku telah menjadi pemimpin keluargaDengan anak istri yang membuatku bangga



Aku tak memiliki media, tak sering pula membuat pariwara. Tapi aku selalu menjadi obyek berita.Aku tak pandai bersyair, apa lagi syair bernada satir.Tapi aku tahu rakyat Indonesia pandai berpikir.



Aku tak biasa berperang, apa lagi melawan jenderal berbintang. Bagiku rakyat adalah pemenang.



Aku Rapopo di bilang ikan kerempeng, kerempeng badan tambun pemikiran.



Aku Rapopo dibilang buaya, buaya kuat penegak keadilan.Aku Rapopo dianggap wayang dan boneka, boneka rakyat dengan dalang Tuhan.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Tangisnya pria dan wanita!!


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Sampai Nanti Sampai Mati

saatnya bagi-bagi lirik lagunya abang saya bang noe, hehe
Kalau kau pernah takut mati… sama…Kalau kau pernah patah hati… aku… juga… iyaDan sering kali sial datang dan pergi…Tan…pa permisi… kepadamu…
Suasana hati… tak peduli…Kalau kau kejar mimpimu… salutKalau kau ingin berhenti… ingat ‘tuk mulai lagi…Tetap semangat … dan teguhkan hati…
Di… setiap hari… sampai nanti… sampai mati…Kadang… memang… cinta yang terbagi…Kadang… memang… sering… kali… mimpi tak terpenuhi…Sering kali…
Tetap semangat … dan teguhkan hati…Di… setiap hari… sampai nanti…Tetap melangkah… dan keraskan hati…Di.. setiap hari... sampai nanti... sampai nanti... sampai mati...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Kalau kau pernah takut mati… sama…Kalau kau pernah patah hati… aku… juga… iyaDan sering kali sial datang dan pergi…Tan…pa permisi… kepadamu…
Suasana hati… tak peduli…Kalau kau kejar mimpimu… salutKalau kau ingin berhenti… ingat ‘tuk mulai lagi…Tetap semangat … dan teguhkan hati…
Di… setiap hari… sampai nanti… sampai mati…Kadang… memang… cinta yang terbagi…Kadang… memang… sering… kali… mimpi tak terpenuhi…Sering kali…
Tetap semangat … dan teguhkan hati…Di… setiap hari… sampai nanti…Tetap melangkah… dan keraskan hati…Di… setiap hari… sampai nanti… sampai nanti… sampai mati…

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

SAAT SALAH, MAAFKANLAH! -_-

kita pastinya pernah merasa salah sebab berburuk sangka dengan orang-orang, saya juga demikian.
maaf tentang semua perasaan yang menyakiti
maaf  jika tanpa sadar saya iri dan dengki
bukan maksud hati melainkan hanya ego dan 'mungkin  'rasa iri.
belajar dari kesalahan dan mencoba berdamai dengan diri sendiri agar bisa membersihkan hati
kata-kata yang menyinggung dan rasa ikhlas yang sempat tertunda, maafkanlah!
^^__^^


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

APA ALASAN ORANG BERPINDAH??????

apa alasan orang berpindah rumah???
apa yang membuat mereka mencabut akar yang telah tertanam dalam dan meninggalkan segala sesuatu yang telah mereka kenal, pindah ketempat lain yang jauh dan entah menjanjikan apa???

kenapa mau menghadapi segunung formalitas yang membuat kita merasa seperti pengemis????
kenapa mau memasuki rimba  asing yang serba haru, aneh, dan sukar???

jawabnnya sama  dimana-mana: orang berpindah karena berharap memperoleh kehidupan yang lebih baik.

imagine from life of pi






  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

sunset"tan"

senggigi beach



 kala itu (2013)



beutiful tahts right???



 with Zahra






its me ^^^^_____^^^^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

cerpenku

Munajatku Dalam Ultah


“Srrrrrrrrrrrrrrrrrrrttttttttttttttt”
“srtrrrrrrrrrrrttttttttttttttttt”hp ku terus bergetar namun aku tak sedikitpun beranjak dan tak ingin pula mengangkatnya. Setelah ku lirik ternyata seorang sahabatku dari SMA dulu yang sedang mencoba menghubungiku malam itu, tepatnya setengah satu malam.
Setelah kucoba untuk mengangkat ternyata panggilan itu telah berhenti. Tak lama kemudian, hp ku bergetar lagi, Tapi kali ini sms yang masuk. Aku ingin tak perduli tapi entah mengapa rasa penasaran menyerbuku dan memaksaku untuk membuka sms itu walaupun ngantuk masih menyerbuku malam itu.
Perlahan kubuka sms itu satu persatu, ternyata MasyALLAH sahabat-sahabatku mengucapkan selamat ulang tahun padaku. Mataku benar-benar terbuka lebar. Aku baru ingat malam ini adalah malam pergantian tanggal 27 ke tanggal 28 Februari 2012. Hatiku berbunga-bunga dan bahagia melihat sms itu. lengangnya malam malah menambah bahagianya hatiku.

Berturut-turut empat sms telah kubaca, makin lebar mataku terbuka namun aku tak mau larut dalm kesenangan belaka ini, sempat terbersit ayat alquran dikepalaku saat itu yang berbunyi “ ALLAH tidak menyukai sesuatu yang berlebihan” aku segera beranjak bangun dan berdiri dari tidurku. Berwudhu untuk memanjatkan doa dan rasa syukur kepada Sang Maha Segala-galanya, bersyukur untuk di beri kehidupan sampai saat usiaku kini, bersyukur masih mempunyai orang tua meskipun hanya seorang ibu, bersyukur untuk sahabat dan teman-teman yang selalu support dan mengerti aku, bersyukur masih bisa mengenyam pendidikan, bersyukur mempunyai keluarga yang selalu mendoakanku meski saat ini berada di seberang pulau nan jauh disana, aku bersyukur untuk hati yang bisa merasakan cinta untuk hamba ALLAH di balik prodi fakultas yang selalu bersemi dan makin bersemi.

Aku menangis sejadi-jadinya bermunajat kepada-NYA, banyak hal yang terbersit dan muncul tiba-tiba ketika bermunajat kepada-NYA, ada rasa nyaman yang luar biasa setiap kali aku bermunajat kepada-NYA, tidak terkecuali malam ini salah satu malam paling penting bagiku. Untuk kali pertamanya aku merasakan perasaan yang luar biasa dengan pergantian usiaku. Ada banyak hal yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Yang paling kurasakan adalah Kali ini aku tak mampu lagi mendengar suara ayah yang khas dengan banyak nasehatnya meski sebenarnya beliau tak akan mau secara terang-terangan mengucapkan selamat ulang tahun padaku. Meski begitu, aku selalu merasa ayah tahu ketika ulang tahun dan nasehatnya mampu menyirami ruang yang kosong di hatiku. Meski ulang tahun penuh dengan nasehat seperti tahun lalu tak akan pernah terjadi lagi saat ini dan tahun-tahun kedepan karena ayah sudah beristirahat dengan tenang di sisinya, tapi setidaknya aku masih mampu mendengar suara ibu yang telah melahirkanku hingga usiaku saat ini. Jarak tak akan mengurangi rasa terimakasihku kepada beliau. Dalam sujudku selalu ku ingat beliau yang mampu mengorbankan apa saja untukku. Sampai saat inipun tenyata aku belum mampu membalasnya kecuali dengan setiap doa yang ku munajatkan kepadaNYA setiap sujud dan hembusan nafasku. Berharap semua akan baik-baik saja sampai aku kelak mampu membawanya ke rumah ALLAH di sisa akhir hidupnya, impian setiap orang tua kepada anaknya yang perlahan mampu ku baca dari desah suaranya dan tatapan matanya 6 bulan yang lalu, ketika aku pulang dan ayah di panggil Sang MAHA Pemberi hidup.
Air mata tak bisa kubendung lagi, aku makin menangis sejadi-jadinya. Aku merasa terlalu banyak dosa, aku merasa tak berhak meminta apapun padaNYA sebab kumalu belum mampu menunaikan kewajiban yang sempurna sebagai seorang hamba kepadaNYA sementara aku selalu menuntut hak yang lebih kepadaNYA. Aku malu YA ALLAH, aku malu. Seperti tak mampu lagi meminta tapi apa dayaku dihadapanMU, Aku hanya seonggok daging yang tak berguna ketika ku malah tak meminta apapun kepadamu Tuhanku.

Perlahan sesenggukanku hilang, namun tak henti-hentinya aku terus bersyukur padaNYa untuk semua yang telah dilimpahkannya termasuk rasa bahagia ketika ulang tahunku tahun ini. Entah mengapa aku merasa ada sesuatu yang berbeda pada ulang tahun kali ini. Apa mungkin karena ini ulang tahun pertamaku di bangku kuliah? Atau karena aku masih mengharapkan seseorang disana akan mengucapkan happy birthday kepadaku, aaahhh itu rasanya tidak mungkin. Aku tak mau berkhayal-khayal lagi . aku tak akan mengharapkan dia untuk hal ini. Batin dan otakku terus berseteru. Batinku ingin hal itu terjadi, tapi otakku tak pernah mengijinkan hal- hal bodoh menguasainya begitu saja.
Malam indah telah berlalu dengan nikmatya munajat panjangku, aku segera memulai aktivitas seperti biasa. Namun kali ini aktivitasku sebenarnya ganda. Organisasi yang aku tengah geluti juga sedang merayakan dies natalisnya dan hari ini adalah sebagai salah satu dari salah banyak rangkaian acaranya yakni “Diskusi Publik”. Meskipun sibuk aku tetap menomor satukan kuliah, hal ini adalah peraturan utama bagiku. Kuliah berjalan seperti biasa. Sekali-kali beberapa orang mengucapkan ulang tahun padaku di tengah-tengah kesibukan kami. Aku senang karena mereka menggapku juga sebagai bagian dari hidup mereka.
Selang 1 jam sebelum mata kuliah kedua berlangsung aku dan sahabat-sahabatku sempat mengikuti acara diskusi organisasi yang aku ikuti. Acaranya memang tidak terlalu ramai seperti yang diharapkan. Namun, kami tetap optimis dengan tercapainya tujuan dari diskusi ini mengingat tema yang kami angkat memang erat dan kental kaitannya dengan budaya yang dimiliki oleh kaum sasak alias penduduk asli pulau Lombok, NTB ini, meski aku bukan orang sasak.

Beruntung dosen kami memulai mata kuliah kedua setelah sesaat acara diskusi ini selesai. Aku dan teman-teman jadi tidak terlalu merasa bersalah karena masih bisa membantu panitia yang lain membereskan perlengkapan hingga acara selesai mengingat kami tak ikut membantu ketika tadi pagi acara dimulai yang sudah pasti jauh lebih sibuk daripada diakhir acara seperti saat ini. Satu acara selesai aku langsung mengikuti kuliah lagi.
Nafasku seperti senin kamis rasanya ketika tiba di ruang kelas yang berada di lantai 2. Untung dosen kali ini tergolong dosen yang santai gemulai jadi aku tak kena tegur sekalipun telah beberapa menit terlambat masuk kelas.

“Alhamdulillah” Batinku terus mengucapkannya berkali-kali.
Ternyata hanya cukup 15 menit dosen kali ini masuk pada pertemuan pertamanya di kelas kami pada mata kuliah ini. Sebagian besar teman-teman mengucapkan syukur tak terkecuali juga aku salah satunya. Ruang kelas terasa agak segar kalau hal ini terjadi, seolah mentaripun ikut tersenyum syukur mengamini kebanyakan doa dari kami. Kuliah hari inipun berakhir.

Aku berjalan gontai menunggu salah seorang sahabatku yang katanya mau ikut pulang ke kos bersamaku. Beberapa menit telah ku tunggu namun tak jua muncul. Aku yang tak terbiasa berjalan gontai pun jengkel dengan sikapnya yang berlama-lama itu. sempat ku melihat sepintas ke 3 sahabatku berkumpul pada jarak yang masih cukup dekat denganku. Dalam hati kecilku aku merasa akan di kerjai oleh mereka namun tenyata hipotesisku tidak terbukti. Aku pulang ke kos seperti biasa. Nihil

***

Byurrrrrrrrrrr
plllaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkk
Seluruh pakaianku basah, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Sungguh jengkel siang itu. aku di bujuk datang rapat HMPS padahal sebenarnya aku tidak mau datang. Beginilah akhirnya, badanku sudah seperti adonan pisang goreng yang siap di masukkan wajan kapanpun mereka mau. Usahaku untuk membuat mereka kotor seperti keadaanku juga tak membuahkan hasil yang maksimal kecuali beberapa bagian tubuh mereka saja yang kena, tapi tetap saja akulah korban utamanya.
Sedih bercampur senang perasaanku, ahhh akupun tak tau rasanya saat itu. rasa malupun juga ada. Tawa mereka sekali-kali meledak lalu sambung menyambung menjadi tawa kecil yang tak kunjung usai atas menderitanya aku harus menanggung malu berjalan keluar kampus seperti badut adonan pisang goreng ini. Beberapa teman ikut pulang ke kos ku untuk membersihkan diri. Kubuka bingkisan yang mereka hadiahkan untukku dan ternyata sehelai baju warna orange. Aku senang, sungguh senang.
Ulang tahun sejatinya bukan satu-satunya hal yang membahagiakanku, namun mempunyai orang-orang yang mampu melindungi, mendukung dan menyayangiku seperti mereka adalah sumber bahagia utamaku di tahun pertamu kuliah ini. Terimakasih sobat sudah memberi warna dalam hidupku.



Teruntuk
sahabat-sahabatku
di BASTRINDO
Reguler pagi 2011
yang caem2.
Aku bangga dengan kalian.
MISS U ALL
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

ceiiillleee

mungkin "kau" tak pernah sadar betapa mudahnya "kau" untuk dicintai dan diagumi. ceiiillleee


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Coba Rasakan “(sesuatu)” yang lain



Jika kita biasa makan nasi dan lauk pauknya setiap hari maka itu adalah hal-hal biasa yang rata-rata orang lain juga lakukan.
Jika kita makan dengan sendok, ya rata-rata orang-orang biasa juga melakukan itu.
Tidur dengan bantal? Dari penjual cilok sampai presidenpun demikian.
Hal-hal yang biasa kita lakukan sudah menjadi hal-hal biasa juga bagi orang lain.
Mau jadi pribadi kreatif dan banyak pengalaman? So, ubahlah suatu hal yang biasa-biasa itu dengan sesuatu yang unik yang belum pernah engkau lakukan sebelumnya.

Sore kemarin sayaa berjalan-jalan menemani seorang teman mengambil paket kirimannya di Cakra(daerah pulau LOMBOK). Kami berangkat sekitar pukul 05.00 pm yang berarti waktu matahari hendak kembali keperaduannya.

Sepulang dari lokasi saya ditakjubkan dengan pemandangan jalan yang luar biasa keren. Pernah melihat Sunsite. Iyaa matahari tenggelam dengan warnanya yang orange kekuning-kuningan. Engaku pasti sering melihat matahari tenggelam dan baru menyadari keindahannya ketika melihatnya dari pinggir pantai kan? Saya dulu juga demikian. Namun sejak saat ini saya sadar jika keindahan itu bukan berdasarkan tempat kita melihatnya namun bagaimana cara kita melihat keindahan itu.seperti yang saya lakukan dengan ber”sunsite” dijalan raya. Sangat-sangat indah. Tak perlu tempat spesial untuk melihat keindahn namun bagaimana hati kita mau melihat dan menerimanya saja. Itu saja.:)
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

sulung VS bungsu


pelajaran yang luar biasa 

 Mengenal lebih jauh seseorang itu memang seharusnya dilakukan dengan melihat bagaimana ia melakukan pekerjaan. Jujur saja saya mungkin tipe orang yang tidak terlalu bias bekerja keras(hehe..). itu semua tentu saja bukan kemauan dari saya sendiri namun bawaan anak terakhir alias bungsu yang melekat itu. Bukan hendak menyalahkan nasib menjadi anak terakhir tetapi dari sekian pengamatan yang saya lakukan disekitar saya tinggal memang demikian adanya.
Rata-rata setiap anak pertama itu mempunyai kelebihan ‘gesit’ yang sedikit lebih baik daripada saudara- saudara lainnya alias adik-adiknya. Mengapa demikian? Jangan Tanya detailnya karena jika anda belum mulai mengamati anda akan sedikit percaya dengan kata-kata saya. Tapi tak apa akan saya jelaskan sedikit ya.. he. Begini faktanya, anak pertama tau perjalanan hidup orang tuanya dari awal sehingga ia bisa merasakan rasa pahit, manis, menderita dan rasa gado-gado lainnya. Berkat perjalanan itulah anak pertama cenderung punya insting untuk berjuang lebih dan membantu orang tuanya. Keadaan seperti ini akan semakin berjalan lebih lag jika didikan orang tuanya tepat dan hidup tidak berdasarkan kemudahan semata.
Anak terakhir yang saya temui(mungkin termasuk saya) biasanya punya insting untuk maju yang sama dengan anak pertma namun sedikit terhalang oleh kerja nyata yang kurang. Mengapa? Berikut cuplikan penjelasannya... Anak terahir cukup bayak dibantu ketika ia kecil dulu. Biasanya anak terakhir dibantu dalam segla hal sampai ia SD. Segala hal itu bisa berupa mencuci, menyetrika, dan lainnya. Lebih parah lagi anak bungsu biasanya sering disuap ketika makan. Terkadang oleh saudaranya atau tentu saja yang lebih sering mamak lah tentunya. Kebiasaan yang lain yang melekat dibawah sadar anak bungsu sangat banyak sehingga ia harus menanggung beban tak punya tanggung jawab dari kecil.

Upppss jangan salah dulu, tanggung jawab disini bukan berarti anak bngsu gak bisa mikul tanggung jawab loo. Tanggung jawab disini itu maksudnya dulu not now! Anak bungsu yang lingkungan luarnya bagus dan pergaulannya penuh tantangan akan menjadi pribadi yang akan lebih baik dari sebelumnya. Why? Because ia akan terlatih dan cepat menyadari kalau hidup tak semudah hidupnya ketika ia ditimang-timang dulu. Mari kita kembali ke ide cerita yang ingin saya bangun pada tulisan saya kali ini. Hehe maaf pembahasan diatas terkait observasi. Ok now focus! Actually saya ingin cerita tentang seorang teman yang saya kenal kira-kira 3 tahun yang lalu pada awal perkuliahan. Dan hari ini tulisan saya 80 % nya mengarah kepada dia. Dia itu siapa? Ya itu rahasia saya. Mungkin ada yang tahu? Ohh good if you know this person. Atau jangan –jangan orang yang saya jadiin topik ini mebacanya. Ya alhamdulillah siapa tau saya dapat traktiran besok(aamiin).

Begini, hari ini tanggal 29 Maret 2014 saya bersama dengan dia sejak adzan ashar berkumandang, ummm ya sekitaran itulah waktunya. Kali ini saya bekerjasama dengan ia untuk membuka sebuah bazar pada pameran. Iya ini momen penting ditahun ini, dikota ini. Sebenarnya awalnya ini hanya bisnis semata namun saya merasakan efek yang luar biasa dari dia. Dia adalah anak pertama dari pasangan oang tuanya( ya iyalah masak orang tua gue, hehe just kidding). Ia punya nyali layaknya PIE dalm film life of pie. Jika mungkin Tuhan menciptkan ia sebagai seorang pria mungkin lebih cocok padanya( maaf Tuhan bukan saya protes). Ia punya mental yang tak sukan mengeluh. Jujur saja banyak orang hebat yang saya temui itu rata-rata tidak mengeluh. Nah itulah kenapa ia termasuk orang hebat kriteria saya. Ia bekerja sangat keras harii ini. Tanpa bertanyapun saya sudah melihat bagaimana ia menahan rasa lelah di wajahnyanseharian ini. Subhanaallah! Ia hebat sekali dimata saya. Tanggung jawaabnya tak bisa saya lukiskan(hehe karena saya tidak bisa melukis).

Jangan salah sangka, saya mengucapkan yang benar adanya. Ia wanita hebat. Cara ia mengungkapkan sesuatu dan cara ia menyelesaikan itu keren coy. Saya memang jarang memuji orang kalau bertatap muka. Bukan saja pelit pujian tapi saya suka dikira bercanda kalau memuji. Ntr ujung-ujungnya saya dikira boong.^efek suka bohng^. Ketika saya benar-benar salu dengan orang biasanya saya kan jarang memuji didepannya. Media lain akan saya pergunakan untuk mewakili simpati saya, termasuk yang satu ini. Jadi jika anda bertemu saya dan sya banyak diam ada kemungkinan 2 hal dibenak saya.

Pertama, anda sangat luar biasa sehingga saya memilih diam karena takut dan sangat salut kepada anda. Kedua, ini cukup berbahaya. Alasan saya diam biasanya karena saya bosan dan tak terlalu suka cara anda berbicara sehingga membuat saya menutup rapat bibir. Itulah mengapa jika anda bertemu dengan saya dan meihat saya sangatceria dan banyak bertanya kemudian antusias berbcara kepada anda tandanya saya suka secra umum bagaimana anda. Begitu sajalah.

Kembali pada teman saya, alasan pertama lah yang berlaku padanya. Ini tidak bohong. Saya jujur. Saya bangga punya temn seperti dia. Ibunya pasti bangga melahrkan gadis manis seperti dia. Ayahnya pasti tak pernah lelah jika melihat cara bagaimana anaknya menggunakan uangnya. Adik-adiknya pasti senang dengan senyumnya. Secara umum sepertinya saya tidak bisa menandingi dia. Kerja kerasnya ataupun semuanya tentang dia. Tapi hidup bukanlah hanya sekedar tanding menandingi to. Saya tidak pernsh iri pada siapapun begitu pula dengan dia. Kesuksesan dan semua yang ia raih karena ia telah bekerja keras menggapainya. Tuhan ada disetiap balik peristiwa. Saya bangga jadi diri saya dan juga tentu saja punya kehidupan seperti ini. Satu hal yang pasti, hidup ini akan terus berubah. Baik itu kita maupun waktu yang kita jalani.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Masih mas yang sama



Masih mas yang sama

Katanya Bintang itu silau sekali

Bagiku tak ada yang mengkilau

Pisauku tak pernah semengkilau itu

Lalu apa yang begitu mengkilau

Emas?

Mas?

Mushroom?

Silau matahari merenggut tiga pagi terakhirku

Padahal aku senang sekali hujan di pagi hari

Oleh karenanya jam tidur berkaret-karet

 Molor bak permen karet

Aku kan tidak seperti itu

Aku kini yang terbangun paling pagi

Ayam berkokok bagiku siang sekali

Kokokannya penuh tipu

Tipunya seperti suratmu pertama kali

Aku kini murka

Tak percaya lagi

Pertanyaannya mengapa aku masih bergetar mendengar suaramu malam ini?


(mataram, desember 2013)
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Pinjem sandal upahnya hp!

Astaghfirullahaladzim,

mungkin inilah yang harus saya ucap berulang-ulang ketika saya tahu handphone saya hilang tadi siang (18/04). Berawal dari saya mengambil air wudhu untuk sholat zuhur seusai saya keluar kuliah. Ya Allah teganya ibu-ibu tadi! Saya pinjem sandal untuk Wudhu eh taunya hp saya raib.

Inilah yang tersisa dirumah. Carger dan headset ini sekarang kesepian. Ihhh sebenarnya yang sangat sedih itu saya. Hp itu belum aja nyampe ulang tahunnya. Ya Allah mudahan gantinya lebih baik.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

inilah sebenarnya orang yang paling berjasa!!!


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Jumat, 26 September 2014




selamat ulang tahun mamaku sayang, 
semoga selalu sehat dan panjang umur.
mudahan anak bungsumu ini selalu bisa berbakti padamu. 
selalu sehat ya mamaku tersayang. :):)
‪#‎maaf‬ ma tahun ini saya gak ada di rumah#photo tahun lalu.

sejatinya aku sedang menyakiti diri sendiri kecuali sang mentari baru akan menyambut niat baik ini. yang lalu berlalu saja, akan hadir cahaya baru. 
kebiasaan menyia-nyiakan jiwa yang tulus segera hilangkan. jangan dipelihara sifat buruk itu!


satu keputusan berat dan berisiko tinggi hanya untuk satu orang
#gak ngerti ngerti juga

Kamis, 18 September 2014


  1. BAWANG MERAH

    Saat epidemi influenza merebak di banyak tempat di dunia, seorang dokter memperhatikan ada keluarga yg sama sekali tak tersentuh demam influenza itu.Ia mendapati bahwa keluarga ini tiap hari menaruh bawang merah yg dikupas di piring dan meletakkannya di setiap kamar di rumah itu. Ketika ia mengambil salah satu piring dgn metoda bakteriologis yg semestinya, ia mendapati seluruh permukaan bawang itu penuh virus influenza yg sudah inaktif. Bawang merah itu memfokuskan virus ke dalam dirinya, lalu membunuhnya. Bukan hanya virus, tapi juga bakteri, semuanya terkumpul di situ dalam keadaan sudah inaktif/ mati. Beberapa toko yg memasang bawang merah di sekitar tokonya juga terbebas dari serangan epidemi dan mendapati karyawannya lebih sehat. Jadi, tempatkanlah bbrp butir bawang merah yg telah dikupas dalam sebuah mangkuk, tempatkan di kamar tidur dan ruang keluarga, ganti setiap hari, tentu saja, maka anda akan terbebas dari virus dan bakteri. Seorang penderita radang paru berat menjalani perawatan bawang merah sebagai berikut: Sebutir bawang merah diiris kedua ujungnya. Salah satu ujungnya dicocok dgn garpu, lalu tangkai garpu dimasukkan sebuah botol agar dapat berdiri. Taruh di samping ranjang penderita semalaman suntuk, paginya bawang merah berubah jadi kehitaman karena penuh kuman. Buang dan ganti dgn yg baru. Penderita akan lebih cepat sembuh. Bawang merah mentah yg telah dikupas adl magnet kuat bagi kuman, jadi jangan menyimpan bawang merah mentah yg sudah dikupas, walaupun dalam lemari es, kecuali untuk membersihkan bakteri/virus dalam lemari es anda. Begitu pula kentang mentah, setelah diiris atau dikupas mudah sekali dimasuki kuman. Karenanya sebaiknya mengupas bawang merah mentah hanya jika untuk langsung dimasak, bukan untuk persediaan. *TIPS ini berasal dari Dr. Yahya Wardoyo

    yuk share info ini dan jgn lupa like ya 
    Foto: BAWANG MERAH

Saat epidemi influenza merebak di banyak tempat di dunia, seorang dokter memperhatikan ada keluarga yg sama sekali tak tersentuh demam influenza itu.Ia mendapati bahwa keluarga ini tiap hari menaruh bawang merah yg dikupas di piring dan meletakkannya di setiap kamar di rumah itu. Ketika ia mengambil salah satu piring dgn metoda bakteriologis yg semestinya, ia mendapati seluruh permukaan bawang itu penuh virus influenza yg sudah inaktif. Bawang merah itu memfokuskan virus ke dalam dirinya, lalu membunuhnya. Bukan hanya virus, tapi juga bakteri, semuanya terkumpul di situ dalam keadaan sudah inaktif/ mati. Beberapa toko yg memasang bawang merah di sekitar tokonya juga terbebas dari serangan epidemi dan mendapati karyawannya lebih sehat. Jadi, tempatkanlah bbrp butir bawang merah yg telah dikupas dalam sebuah mangkuk, tempatkan di kamar tidur dan ruang keluarga, ganti setiap hari, tentu saja, maka anda akan terbebas dari virus dan bakteri. Seorang penderita radang paru berat menjalani perawatan bawang merah sebagai berikut: Sebutir bawang merah diiris kedua ujungnya. Salah satu ujungnya dicocok dgn garpu, lalu tangkai garpu dimasukkan sebuah botol agar dapat berdiri. Taruh di samping ranjang penderita semalaman suntuk, paginya bawang merah berubah jadi kehitaman karena penuh kuman. Buang dan ganti dgn yg baru. Penderita akan lebih cepat sembuh. Bawang merah mentah yg telah dikupas adl magnet kuat bagi kuman, jadi jangan menyimpan bawang merah mentah yg sudah dikupas, walaupun dalam lemari es, kecuali untuk membersihkan bakteri/virus dalam lemari es anda. Begitu pula kentang mentah, setelah diiris atau dikupas mudah sekali dimasuki kuman. Karenanya sebaiknya mengupas bawang merah mentah hanya jika untuk langsung dimasak, bukan untuk persediaan. *TIPS ini berasal dari Dr. Yahya Wardoyo

yuk share info ini dan jgn lupa like ya :)

Kamis, 11 September 2014


Nasihat Dari Imam Baqir a.s
Kuwasiatkan lima hal kepadamu:
(1) jika engkau dizalimi, jangan berbuat zalim,
(2) jika mereka mengkhianatimu, janganlah engkau berkhianat,
(3) jika engkau dianggap pembohong, janganlah marah, 
(4) jika engkau dipuji, janganlah gembira, dan
(5) jika engkau dicela, kontrollah dirimu”.
semoga kita tetap diberi ketabahan dalam menjalani lika-liku dalam hidup ini. Aamiin...

Kita sejatinya adalah manusia biasa. Namun kita harus mampu membuat sesuatu yang luar biasa. Jangan hanya menjadi biasa-biasa saja. Sekecil apapun yang kita lakukan itulah alternatif untuk menghadirkan kebermaknaan dalam hidup.
Kitalah makhluk yang bisa terluka, kita juga makhluk yang bisa menangis. Namun hanya kita pula yang mampu mengambil hikmah atas apa yang terjadi pada kita.:)

jika doa'mu tak terjawab, jangan gugup dan kacau.
berdo'a aja lagi. wokkeee  ^^^^^_____^^^^^

Kadang kamu harus berhenti peduli pada seseorang, bukan karena membencinya, tapi karena dia tak pernah menyadari pedulimu.

cinta itu burung yang indah,
mengemis untuk ditangkap, tp menolak untuk dilukai..

Khalil Gibran

Rabu, 06 Agustus 2014

Tere Liye


Jadilah seseorang yang: "Aku akan tetap menunggu. Tidak peduli kau datang atau tidak." untuk seseorang yang: "Aku akan pasti datang. Tidak peduli kau tetap di sini atau pun tidak."

Meski hingga detik ini kita tidak tahu siapa seseorang tersebut. Meski kita terlampau malu dengan harapan2. Teruslah memperbaiki diri, besok lusa kita akan paham hakikat nasehat ini.

*Tere Liye

Rabu, 09 Juli 2014

Surat untuk bapakku tercinta,


Surat untuk bapakku tercinta,

Assalamualaikum pak, ini surat dari anak bungsumu yang sayang dan cinta sekali dengan bapak. Bapak maaf jika aku hanya terbiasa memanggilmu dengan panggilan bapak, bukan ayah, bukan papa, bukan papi, atau bahkan panggilan amak seperti yang sudah sering aku dengar tiga tahun belakangan ini pak.
Bapak, dimalam kesebelas puasa Ramadhan tahun 2014 ini aku sangat- dan selalu bertambah merindukanmu. Di usia keenam belasku, kita pun sudah tak pernah bersama melalui bulan ramadhan. Kini aku sudah berusia dua dua pak, dan masih sangat- sangat ingat kebiasaan kita melalui bulan Ramadhan dulu. Aku merindukanmu bukan karena aku egois hanya ingin disayang olehmu pak tapi karena aku merasa belum bisa menunjukkan baktiku kepadamu.
Pak, sore ini aku lihat seorang bapak tengah membonceng anaknya yang  seusia aku SD kelas 1 dulu.  Beliau membonceng dengan sepeda kayuh seperti yang sering engkau lakukan padaku dulu. Pak, sungguh aku bahagia melihat bapak itu bersama anaknya. Mereka berbincang – bincang juga seperti yang telah kita lalui dulu. Aku juga bahkan masih sangat ingat saat engkau memegang tangan kananku yang masih sangat kecil itu untuk berjalan – jalan sekedar menghabiskan waktu sebelum maghrib. Engkau bahkan bercerita tentang bagaimana engkau merantau dan mencari uang untuk sekolah kami anak – anakmu.
Anakmu kini sudah kuliah pak, tidakkah engkau ingin melihatku yang sudah tumbuh menjadi gadis ini pak? Pertanyaan ini terlalu konyol ya pak? Tentu saja sebenarnya aku tahu jawabannya pak, hanya saja aku tak pernah menganggap engkau telah pergi selamanya. Aku hanya selalu berfikir bahwa engkau hanya pergi merantau sebentar lalu ketika aku diwisuda nanti engkau bisa hadir sebagai waliku pak. Aku tak pernah menganggap engkau pergi. Demi ALLOH pak aku sangat sangat merindukanmu. Saat surat inipun ditulis aku berlinangan air mata pak. Jika bukan karena aku takut dibilang sok dan cengeng maka mungkin aku akan nangis sekencang –kencangnya sambil memangil namamu pak.
Pak, cerita dongengmu setiap kali hendak tidur dulu selalau terbayang dan teringat. Apalagi tangan lembutmu yang selalu menata rambutku dulu selalu aku ingin lakukan lagi pak. Enam tahun dan 7 kali lebaran bukan waktu yang sebentar pak. Mamak dan kakak- kakak pasti juga sangat merindukanmu pak. Do’aku kepada Tuhan untuk rumahmu yang nyaman disana selalu kupanjatkan pak. Jangan marah padaku ya pak kalau kadang aku iri pada teman – temanku yang sering bercerita tentang ayah yang memarahi mereka jika telat pulang. Aku kadang marah pada mereka jika mereka membicarakan keburukan ayah- ayah mereka. Pak, seumur- umur aku tidak pernah ingat engkau memarahiku. Aku bahkan tak pernah kau tegur. Aku tahu itu bukan karena engkau tak sayang padaku tetapi karena engkau tahu bahwa aku takkan pernah melanggar hal- hal yang engkau larang dan aku takkan pernah melakukan hal – hal yang tak kau sukai pak. Itulah kenapa aku selalu merasa menjadi anakmu yang paling dekat denganmu daripada kakak- kakak yang lain pak, meski hanya 16 tahun pak aku bersamamu.
Aku sayang dengan semua keluarga kita pak termasuk dirimu dan ibu. Meski aku belum bisa memperlihatkan baktiku dengan materi yang biasa anak – anak lain tunjukkan tetapi fatihah selalu aku kirimkan kepada mereka pak. Pak, kakak – kakak sudah menikah semua pak. Tinggal aku saja yang belum. Coba bapak ada mungkin kita bisa saling curhatan tentang ini. Maaf Tuhan bukan aku tak terima bapak sudah ada ditempatmu yang mulia, anggap saja aku sedang berandai – andai dan sedang bersama bapak Tuhan.
Pak, setahun lagi insyaallah aku wisuda. Itu berarti aku akan menghadapi dunia kerja ynag katanya orang- orang itu berat. Pak, restui saya untuk itu. Tetap pantau anakmu ini. Tuntutan usiaku yang sudah kepala dua ini mau tidak mau pasti akan segera menikah pak. Aku takut jika membayangkan itu. Dengan siapa nanti aku akan menikah? Dan bagaimana orangnya? Sungguh pertanyaan itu jawabnnya masih misteri pak. Aku bahkan terpikir jika seandainya engkau ada maka engkau akan mencarikan lelaki terbaik di dunia ini untukku pak. Tetapi aku tahu ibu tidak demikian pak. Selama ini aku selalu diberikan kebebasan untuk memilih jalan mana yang hendak kupilih tanpa paksaan atau intimidasi apapun.
Pak, aku ingin laki- laki yang membanggakan sepertimu. Bisa sabar dalam keadaan apapun seperti yang selalu engkau lakukan. Tak pernah menjawab ketika mamak marah. Selalu makan apa yang disediakan mamak dan tak pernah mencelanya walau kadang masakan mama terlalu asin. Yang selalu mengajak berjamaah setiap harinya. Yang mengajarkan kesabaran dan ketlatenan selama hidupnya. Yang sayang karena Allah kepadaku dan mampu hingga akhir hayat bersamaku pak, lalu yang yang lain yang takkan muat jika kutulis disini pak. Jika aku sudah menemukan itu maka aku kan bercerita detail dirimu pak. Agar dia bisa belajar dari dirimu. Dirimu yang selalu jadi idolaku, idola seumur hidupku.
Pak, aku sedang tak bersama siapa –siapa saat ini. mamak ada di rumah pak, mbak ROhmah dan mbak farida dirumah bersama mamak pak. Cak rowi dan keluarganya di pulau Sulawesi pak. Cak bahroden di Pulau Sumatera. Cak  Solekhan di Jawa Tengah. Cak fadholi di rumah rantaunya.  aku disini pak, ditempat rantauku. Sementara mbak Badriyah mungkin sedang bersamamu pak. Pak, banyak hal yang sesungguhnya berhak engkau tahu dari anakmu ini. Aku tahu Mamak sangat menyayangimu pak. Terlihat dari saat –saat engkau pergi dulu mamak bahkan sering melamun. Tentu itu karena mengingatmu pak. Aku tahu itu. Saat- saat paling terpuruk sekalipun mamak tak pernah menunjukkan kesedihannya padaku sama sepertimu dulu. Aku sadar kalau mamak juga banyak belajar darimu pak sama seperti aku.
Pak, engkau adalah ayah terbaik didunia. Semua anak yang lahir menjadi anakmu tentu saja akan bangga punya bapak sepertimu. Aku anakmu yang selalu bangga menjadi darah dagingmu.
Pak, I miss u

fafa

Mataram, 09 Juli 2014

Minggu, 06 Juli 2014


jika bukan karena nikmat Tuhan yang tiada terkira sungguh kita bukan apa - apa dan tidak akan berarti apa- apa.
#hari kesembilan Ramadhan berkah

Kamis, 24 April 2014

ketika engkau kecewa


Ketika engkau kecewa ingatlah Tuhanmu yang selalu memuliakan orang yang teraniaya
Ketika engkau bersedih fikirkan tentang bagaimana perasaan ibu Hawa ketika dipisahkan dengan Adam.
Doamu belum terkabul? Janji dan doamu akan diganti di surga
Jika Keadaan sedang sulit, lalu menangislah pada Tuhanmu dan adukan semuanya agar sesak didadamu hilang
Saat yang lain bahagia lalu kau tidak merasakan apa-apa, jangan khawatir sebab ada beribu orang diluar sana yang punya masalah lebih berat daripada kamu.
Mungkin nilaimu anjlok gara-gara temanmu, bersabarlah karena semester depan pasti kau dapat yang paling baik.
Engkau tak jadi berangkat karena uang tiba-tiba hilang? Jangan khawatir sebab mungkin uang itu akan jadi musibah untukmu.

Menangislah, tapi segera bersabarlah, berdoalah, lalu usahakan dan tunggu semua kekhawatiran itu akan sirna. Aamiin

Minggu, 20 April 2014

paman Chairil Anwar punya


Cintaku Jauh di Pulau
Cintaku jauh di pulau
Gadis manis, sekarang iseng sendiri

Perahu melancar, bulan memancar
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak ‘kan sampai padanya

Di air yang tenang, di angin mendayu

di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja.”

Amboi! Jalan sudah bertahun kutempuh!
Perahu yang bersama ‘kan merapuh
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!

Manisku jauh di pulau,
kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri.



Kamis, 17 April 2014

terlalu pintar / terlalu bodoh = ndak normal


iya ta? dosen dosen, ada ada aja

normal namanya jika merasa merindu, karena itulah manusia normal sewajarnya.:)


normal namanya jika merasa merindu, karena itulah manusia normal sewajarnya.:)

Selasa, 15 April 2014

Mataram University, Indonesia














Minggu, 13 April 2014

senyumanmu....:)


Indah matamu derai rambut mu
Menunjukkan itulah keindahan
Yang memberikan bentuk senyuman
Sebentuk usapan kepada hati
[*]
Sinar wajahmu lembut katamu
Seperti nyaman ku menggubah dunia
Kian terasa begitu hampa
Semuanya sirna tanpa cinta
[**]
Ku temukan arti kerinduan
Dan ku mengerti yang ku cari
[***]
Kau bukanlah cantikmu yang ku cari
Bukanlah itu yang aku nanti
Tetapi ketulusan hati yang abadi
Ku tahu mawar tak seindah dirimu
Awan tak seteduh tatapanmu tetapi
Ku tahu yang ku tunggu hanyalah senyummu
Kembali ke [*][**][***]

letto

Minggu, 06 April 2014

Apapun yg trjadi, dunia itu pasti berputar!


Apapun yg trjadi, satu hal yg harus kita yakini bhwa dunia pasti berputar. Mungkin saat ini ktidak senangan seseorang kpda kita mbuat kita harus menghadapi brbgai masalah. Namun skali lagi dunia itu pasti berputar. Boleh jadi seiring waktu brjalan hal tersebut akan brubah mjadi suatu dukungan untk masa yg akan datang. Percyalah, dunia itu pasti berputar.

Aku Rapopo



PUISI PAK JOKOWI..==========================Aku Rapopo



Aku bukanlah seorang jenderal berkudaTak tampak gagah nan berwibawaAku bukanlah seorang pengusaha punya banyak timbunan harta



Aku hanyalah orang desa. Tak pernah mimpi menjadi penguasaAku telah menjadi pemimpin keluargaDengan anak istri yang membuatku bangga



Aku tak memiliki media, tak sering pula membuat pariwara. Tapi aku selalu menjadi obyek berita.Aku tak pandai bersyair, apa lagi syair bernada satir.Tapi aku tahu rakyat Indonesia pandai berpikir.



Aku tak biasa berperang, apa lagi melawan jenderal berbintang. Bagiku rakyat adalah pemenang.



Aku Rapopo di bilang ikan kerempeng, kerempeng badan tambun pemikiran.



Aku Rapopo dibilang buaya, buaya kuat penegak keadilan.Aku Rapopo dianggap wayang dan boneka, boneka rakyat dengan dalang Tuhan.


Sabtu, 05 April 2014

Tangisnya pria dan wanita!!



Sampai Nanti Sampai Mati


saatnya bagi-bagi lirik lagunya abang saya bang noe, hehe
Kalau kau pernah takut mati… sama…Kalau kau pernah patah hati… aku… juga… iyaDan sering kali sial datang dan pergi…Tan…pa permisi… kepadamu…
Suasana hati… tak peduli…Kalau kau kejar mimpimu… salutKalau kau ingin berhenti… ingat ‘tuk mulai lagi…Tetap semangat … dan teguhkan hati…
Di… setiap hari… sampai nanti… sampai mati…Kadang… memang… cinta yang terbagi…Kadang… memang… sering… kali… mimpi tak terpenuhi…Sering kali…
Tetap semangat … dan teguhkan hati…Di… setiap hari… sampai nanti…Tetap melangkah… dan keraskan hati…Di.. setiap hari... sampai nanti... sampai nanti... sampai mati...


Kalau kau pernah takut mati… sama…Kalau kau pernah patah hati… aku… juga… iyaDan sering kali sial datang dan pergi…Tan…pa permisi… kepadamu…
Suasana hati… tak peduli…Kalau kau kejar mimpimu… salutKalau kau ingin berhenti… ingat ‘tuk mulai lagi…Tetap semangat … dan teguhkan hati…
Di… setiap hari… sampai nanti… sampai mati…Kadang… memang… cinta yang terbagi…Kadang… memang… sering… kali… mimpi tak terpenuhi…Sering kali…
Tetap semangat … dan teguhkan hati…Di… setiap hari… sampai nanti…Tetap melangkah… dan keraskan hati…Di… setiap hari… sampai nanti… sampai nanti… sampai mati…

SAAT SALAH, MAAFKANLAH! -_-


kita pastinya pernah merasa salah sebab berburuk sangka dengan orang-orang, saya juga demikian.
maaf tentang semua perasaan yang menyakiti
maaf  jika tanpa sadar saya iri dan dengki
bukan maksud hati melainkan hanya ego dan 'mungkin  'rasa iri.
belajar dari kesalahan dan mencoba berdamai dengan diri sendiri agar bisa membersihkan hati
kata-kata yang menyinggung dan rasa ikhlas yang sempat tertunda, maafkanlah!
^^__^^


Jumat, 04 April 2014

APA ALASAN ORANG BERPINDAH??????


apa alasan orang berpindah rumah???
apa yang membuat mereka mencabut akar yang telah tertanam dalam dan meninggalkan segala sesuatu yang telah mereka kenal, pindah ketempat lain yang jauh dan entah menjanjikan apa???

kenapa mau menghadapi segunung formalitas yang membuat kita merasa seperti pengemis????
kenapa mau memasuki rimba  asing yang serba haru, aneh, dan sukar???

jawabnnya sama  dimana-mana: orang berpindah karena berharap memperoleh kehidupan yang lebih baik.

imagine from life of pi






sunset"tan"


senggigi beach



 kala itu (2013)



beutiful tahts right???



 with Zahra






its me ^^^^_____^^^^

Kamis, 03 April 2014

cerpenku


Munajatku Dalam Ultah


“Srrrrrrrrrrrrrrrrrrrttttttttttttttt”
“srtrrrrrrrrrrrttttttttttttttttt”hp ku terus bergetar namun aku tak sedikitpun beranjak dan tak ingin pula mengangkatnya. Setelah ku lirik ternyata seorang sahabatku dari SMA dulu yang sedang mencoba menghubungiku malam itu, tepatnya setengah satu malam.
Setelah kucoba untuk mengangkat ternyata panggilan itu telah berhenti. Tak lama kemudian, hp ku bergetar lagi, Tapi kali ini sms yang masuk. Aku ingin tak perduli tapi entah mengapa rasa penasaran menyerbuku dan memaksaku untuk membuka sms itu walaupun ngantuk masih menyerbuku malam itu.
Perlahan kubuka sms itu satu persatu, ternyata MasyALLAH sahabat-sahabatku mengucapkan selamat ulang tahun padaku. Mataku benar-benar terbuka lebar. Aku baru ingat malam ini adalah malam pergantian tanggal 27 ke tanggal 28 Februari 2012. Hatiku berbunga-bunga dan bahagia melihat sms itu. lengangnya malam malah menambah bahagianya hatiku.

Berturut-turut empat sms telah kubaca, makin lebar mataku terbuka namun aku tak mau larut dalm kesenangan belaka ini, sempat terbersit ayat alquran dikepalaku saat itu yang berbunyi “ ALLAH tidak menyukai sesuatu yang berlebihan” aku segera beranjak bangun dan berdiri dari tidurku. Berwudhu untuk memanjatkan doa dan rasa syukur kepada Sang Maha Segala-galanya, bersyukur untuk di beri kehidupan sampai saat usiaku kini, bersyukur masih mempunyai orang tua meskipun hanya seorang ibu, bersyukur untuk sahabat dan teman-teman yang selalu support dan mengerti aku, bersyukur masih bisa mengenyam pendidikan, bersyukur mempunyai keluarga yang selalu mendoakanku meski saat ini berada di seberang pulau nan jauh disana, aku bersyukur untuk hati yang bisa merasakan cinta untuk hamba ALLAH di balik prodi fakultas yang selalu bersemi dan makin bersemi.

Aku menangis sejadi-jadinya bermunajat kepada-NYA, banyak hal yang terbersit dan muncul tiba-tiba ketika bermunajat kepada-NYA, ada rasa nyaman yang luar biasa setiap kali aku bermunajat kepada-NYA, tidak terkecuali malam ini salah satu malam paling penting bagiku. Untuk kali pertamanya aku merasakan perasaan yang luar biasa dengan pergantian usiaku. Ada banyak hal yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Yang paling kurasakan adalah Kali ini aku tak mampu lagi mendengar suara ayah yang khas dengan banyak nasehatnya meski sebenarnya beliau tak akan mau secara terang-terangan mengucapkan selamat ulang tahun padaku. Meski begitu, aku selalu merasa ayah tahu ketika ulang tahun dan nasehatnya mampu menyirami ruang yang kosong di hatiku. Meski ulang tahun penuh dengan nasehat seperti tahun lalu tak akan pernah terjadi lagi saat ini dan tahun-tahun kedepan karena ayah sudah beristirahat dengan tenang di sisinya, tapi setidaknya aku masih mampu mendengar suara ibu yang telah melahirkanku hingga usiaku saat ini. Jarak tak akan mengurangi rasa terimakasihku kepada beliau. Dalam sujudku selalu ku ingat beliau yang mampu mengorbankan apa saja untukku. Sampai saat inipun tenyata aku belum mampu membalasnya kecuali dengan setiap doa yang ku munajatkan kepadaNYA setiap sujud dan hembusan nafasku. Berharap semua akan baik-baik saja sampai aku kelak mampu membawanya ke rumah ALLAH di sisa akhir hidupnya, impian setiap orang tua kepada anaknya yang perlahan mampu ku baca dari desah suaranya dan tatapan matanya 6 bulan yang lalu, ketika aku pulang dan ayah di panggil Sang MAHA Pemberi hidup.
Air mata tak bisa kubendung lagi, aku makin menangis sejadi-jadinya. Aku merasa terlalu banyak dosa, aku merasa tak berhak meminta apapun padaNYA sebab kumalu belum mampu menunaikan kewajiban yang sempurna sebagai seorang hamba kepadaNYA sementara aku selalu menuntut hak yang lebih kepadaNYA. Aku malu YA ALLAH, aku malu. Seperti tak mampu lagi meminta tapi apa dayaku dihadapanMU, Aku hanya seonggok daging yang tak berguna ketika ku malah tak meminta apapun kepadamu Tuhanku.

Perlahan sesenggukanku hilang, namun tak henti-hentinya aku terus bersyukur padaNYa untuk semua yang telah dilimpahkannya termasuk rasa bahagia ketika ulang tahunku tahun ini. Entah mengapa aku merasa ada sesuatu yang berbeda pada ulang tahun kali ini. Apa mungkin karena ini ulang tahun pertamaku di bangku kuliah? Atau karena aku masih mengharapkan seseorang disana akan mengucapkan happy birthday kepadaku, aaahhh itu rasanya tidak mungkin. Aku tak mau berkhayal-khayal lagi . aku tak akan mengharapkan dia untuk hal ini. Batin dan otakku terus berseteru. Batinku ingin hal itu terjadi, tapi otakku tak pernah mengijinkan hal- hal bodoh menguasainya begitu saja.
Malam indah telah berlalu dengan nikmatya munajat panjangku, aku segera memulai aktivitas seperti biasa. Namun kali ini aktivitasku sebenarnya ganda. Organisasi yang aku tengah geluti juga sedang merayakan dies natalisnya dan hari ini adalah sebagai salah satu dari salah banyak rangkaian acaranya yakni “Diskusi Publik”. Meskipun sibuk aku tetap menomor satukan kuliah, hal ini adalah peraturan utama bagiku. Kuliah berjalan seperti biasa. Sekali-kali beberapa orang mengucapkan ulang tahun padaku di tengah-tengah kesibukan kami. Aku senang karena mereka menggapku juga sebagai bagian dari hidup mereka.
Selang 1 jam sebelum mata kuliah kedua berlangsung aku dan sahabat-sahabatku sempat mengikuti acara diskusi organisasi yang aku ikuti. Acaranya memang tidak terlalu ramai seperti yang diharapkan. Namun, kami tetap optimis dengan tercapainya tujuan dari diskusi ini mengingat tema yang kami angkat memang erat dan kental kaitannya dengan budaya yang dimiliki oleh kaum sasak alias penduduk asli pulau Lombok, NTB ini, meski aku bukan orang sasak.

Beruntung dosen kami memulai mata kuliah kedua setelah sesaat acara diskusi ini selesai. Aku dan teman-teman jadi tidak terlalu merasa bersalah karena masih bisa membantu panitia yang lain membereskan perlengkapan hingga acara selesai mengingat kami tak ikut membantu ketika tadi pagi acara dimulai yang sudah pasti jauh lebih sibuk daripada diakhir acara seperti saat ini. Satu acara selesai aku langsung mengikuti kuliah lagi.
Nafasku seperti senin kamis rasanya ketika tiba di ruang kelas yang berada di lantai 2. Untung dosen kali ini tergolong dosen yang santai gemulai jadi aku tak kena tegur sekalipun telah beberapa menit terlambat masuk kelas.

“Alhamdulillah” Batinku terus mengucapkannya berkali-kali.
Ternyata hanya cukup 15 menit dosen kali ini masuk pada pertemuan pertamanya di kelas kami pada mata kuliah ini. Sebagian besar teman-teman mengucapkan syukur tak terkecuali juga aku salah satunya. Ruang kelas terasa agak segar kalau hal ini terjadi, seolah mentaripun ikut tersenyum syukur mengamini kebanyakan doa dari kami. Kuliah hari inipun berakhir.

Aku berjalan gontai menunggu salah seorang sahabatku yang katanya mau ikut pulang ke kos bersamaku. Beberapa menit telah ku tunggu namun tak jua muncul. Aku yang tak terbiasa berjalan gontai pun jengkel dengan sikapnya yang berlama-lama itu. sempat ku melihat sepintas ke 3 sahabatku berkumpul pada jarak yang masih cukup dekat denganku. Dalam hati kecilku aku merasa akan di kerjai oleh mereka namun tenyata hipotesisku tidak terbukti. Aku pulang ke kos seperti biasa. Nihil

***

Byurrrrrrrrrrr
plllaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkk
Seluruh pakaianku basah, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Sungguh jengkel siang itu. aku di bujuk datang rapat HMPS padahal sebenarnya aku tidak mau datang. Beginilah akhirnya, badanku sudah seperti adonan pisang goreng yang siap di masukkan wajan kapanpun mereka mau. Usahaku untuk membuat mereka kotor seperti keadaanku juga tak membuahkan hasil yang maksimal kecuali beberapa bagian tubuh mereka saja yang kena, tapi tetap saja akulah korban utamanya.
Sedih bercampur senang perasaanku, ahhh akupun tak tau rasanya saat itu. rasa malupun juga ada. Tawa mereka sekali-kali meledak lalu sambung menyambung menjadi tawa kecil yang tak kunjung usai atas menderitanya aku harus menanggung malu berjalan keluar kampus seperti badut adonan pisang goreng ini. Beberapa teman ikut pulang ke kos ku untuk membersihkan diri. Kubuka bingkisan yang mereka hadiahkan untukku dan ternyata sehelai baju warna orange. Aku senang, sungguh senang.
Ulang tahun sejatinya bukan satu-satunya hal yang membahagiakanku, namun mempunyai orang-orang yang mampu melindungi, mendukung dan menyayangiku seperti mereka adalah sumber bahagia utamaku di tahun pertamu kuliah ini. Terimakasih sobat sudah memberi warna dalam hidupku.



Teruntuk
sahabat-sahabatku
di BASTRINDO
Reguler pagi 2011
yang caem2.
Aku bangga dengan kalian.
MISS U ALL

ceiiillleee


mungkin "kau" tak pernah sadar betapa mudahnya "kau" untuk dicintai dan diagumi. ceiiillleee


Coba Rasakan “(sesuatu)” yang lain




Jika kita biasa makan nasi dan lauk pauknya setiap hari maka itu adalah hal-hal biasa yang rata-rata orang lain juga lakukan.
Jika kita makan dengan sendok, ya rata-rata orang-orang biasa juga melakukan itu.
Tidur dengan bantal? Dari penjual cilok sampai presidenpun demikian.
Hal-hal yang biasa kita lakukan sudah menjadi hal-hal biasa juga bagi orang lain.
Mau jadi pribadi kreatif dan banyak pengalaman? So, ubahlah suatu hal yang biasa-biasa itu dengan sesuatu yang unik yang belum pernah engkau lakukan sebelumnya.

Sore kemarin sayaa berjalan-jalan menemani seorang teman mengambil paket kirimannya di Cakra(daerah pulau LOMBOK). Kami berangkat sekitar pukul 05.00 pm yang berarti waktu matahari hendak kembali keperaduannya.

Sepulang dari lokasi saya ditakjubkan dengan pemandangan jalan yang luar biasa keren. Pernah melihat Sunsite. Iyaa matahari tenggelam dengan warnanya yang orange kekuning-kuningan. Engaku pasti sering melihat matahari tenggelam dan baru menyadari keindahannya ketika melihatnya dari pinggir pantai kan? Saya dulu juga demikian. Namun sejak saat ini saya sadar jika keindahan itu bukan berdasarkan tempat kita melihatnya namun bagaimana cara kita melihat keindahan itu.seperti yang saya lakukan dengan ber”sunsite” dijalan raya. Sangat-sangat indah. Tak perlu tempat spesial untuk melihat keindahn namun bagaimana hati kita mau melihat dan menerimanya saja. Itu saja.:)

Senin, 31 Maret 2014

sulung VS bungsu



pelajaran yang luar biasa 

 Mengenal lebih jauh seseorang itu memang seharusnya dilakukan dengan melihat bagaimana ia melakukan pekerjaan. Jujur saja saya mungkin tipe orang yang tidak terlalu bias bekerja keras(hehe..). itu semua tentu saja bukan kemauan dari saya sendiri namun bawaan anak terakhir alias bungsu yang melekat itu. Bukan hendak menyalahkan nasib menjadi anak terakhir tetapi dari sekian pengamatan yang saya lakukan disekitar saya tinggal memang demikian adanya.
Rata-rata setiap anak pertama itu mempunyai kelebihan ‘gesit’ yang sedikit lebih baik daripada saudara- saudara lainnya alias adik-adiknya. Mengapa demikian? Jangan Tanya detailnya karena jika anda belum mulai mengamati anda akan sedikit percaya dengan kata-kata saya. Tapi tak apa akan saya jelaskan sedikit ya.. he. Begini faktanya, anak pertama tau perjalanan hidup orang tuanya dari awal sehingga ia bisa merasakan rasa pahit, manis, menderita dan rasa gado-gado lainnya. Berkat perjalanan itulah anak pertama cenderung punya insting untuk berjuang lebih dan membantu orang tuanya. Keadaan seperti ini akan semakin berjalan lebih lag jika didikan orang tuanya tepat dan hidup tidak berdasarkan kemudahan semata.
Anak terakhir yang saya temui(mungkin termasuk saya) biasanya punya insting untuk maju yang sama dengan anak pertma namun sedikit terhalang oleh kerja nyata yang kurang. Mengapa? Berikut cuplikan penjelasannya... Anak terahir cukup bayak dibantu ketika ia kecil dulu. Biasanya anak terakhir dibantu dalam segla hal sampai ia SD. Segala hal itu bisa berupa mencuci, menyetrika, dan lainnya. Lebih parah lagi anak bungsu biasanya sering disuap ketika makan. Terkadang oleh saudaranya atau tentu saja yang lebih sering mamak lah tentunya. Kebiasaan yang lain yang melekat dibawah sadar anak bungsu sangat banyak sehingga ia harus menanggung beban tak punya tanggung jawab dari kecil.

Upppss jangan salah dulu, tanggung jawab disini bukan berarti anak bngsu gak bisa mikul tanggung jawab loo. Tanggung jawab disini itu maksudnya dulu not now! Anak bungsu yang lingkungan luarnya bagus dan pergaulannya penuh tantangan akan menjadi pribadi yang akan lebih baik dari sebelumnya. Why? Because ia akan terlatih dan cepat menyadari kalau hidup tak semudah hidupnya ketika ia ditimang-timang dulu. Mari kita kembali ke ide cerita yang ingin saya bangun pada tulisan saya kali ini. Hehe maaf pembahasan diatas terkait observasi. Ok now focus! Actually saya ingin cerita tentang seorang teman yang saya kenal kira-kira 3 tahun yang lalu pada awal perkuliahan. Dan hari ini tulisan saya 80 % nya mengarah kepada dia. Dia itu siapa? Ya itu rahasia saya. Mungkin ada yang tahu? Ohh good if you know this person. Atau jangan –jangan orang yang saya jadiin topik ini mebacanya. Ya alhamdulillah siapa tau saya dapat traktiran besok(aamiin).

Begini, hari ini tanggal 29 Maret 2014 saya bersama dengan dia sejak adzan ashar berkumandang, ummm ya sekitaran itulah waktunya. Kali ini saya bekerjasama dengan ia untuk membuka sebuah bazar pada pameran. Iya ini momen penting ditahun ini, dikota ini. Sebenarnya awalnya ini hanya bisnis semata namun saya merasakan efek yang luar biasa dari dia. Dia adalah anak pertama dari pasangan oang tuanya( ya iyalah masak orang tua gue, hehe just kidding). Ia punya nyali layaknya PIE dalm film life of pie. Jika mungkin Tuhan menciptkan ia sebagai seorang pria mungkin lebih cocok padanya( maaf Tuhan bukan saya protes). Ia punya mental yang tak sukan mengeluh. Jujur saja banyak orang hebat yang saya temui itu rata-rata tidak mengeluh. Nah itulah kenapa ia termasuk orang hebat kriteria saya. Ia bekerja sangat keras harii ini. Tanpa bertanyapun saya sudah melihat bagaimana ia menahan rasa lelah di wajahnyanseharian ini. Subhanaallah! Ia hebat sekali dimata saya. Tanggung jawaabnya tak bisa saya lukiskan(hehe karena saya tidak bisa melukis).

Jangan salah sangka, saya mengucapkan yang benar adanya. Ia wanita hebat. Cara ia mengungkapkan sesuatu dan cara ia menyelesaikan itu keren coy. Saya memang jarang memuji orang kalau bertatap muka. Bukan saja pelit pujian tapi saya suka dikira bercanda kalau memuji. Ntr ujung-ujungnya saya dikira boong.^efek suka bohng^. Ketika saya benar-benar salu dengan orang biasanya saya kan jarang memuji didepannya. Media lain akan saya pergunakan untuk mewakili simpati saya, termasuk yang satu ini. Jadi jika anda bertemu saya dan sya banyak diam ada kemungkinan 2 hal dibenak saya.

Pertama, anda sangat luar biasa sehingga saya memilih diam karena takut dan sangat salut kepada anda. Kedua, ini cukup berbahaya. Alasan saya diam biasanya karena saya bosan dan tak terlalu suka cara anda berbicara sehingga membuat saya menutup rapat bibir. Itulah mengapa jika anda bertemu dengan saya dan meihat saya sangatceria dan banyak bertanya kemudian antusias berbcara kepada anda tandanya saya suka secra umum bagaimana anda. Begitu sajalah.

Kembali pada teman saya, alasan pertama lah yang berlaku padanya. Ini tidak bohong. Saya jujur. Saya bangga punya temn seperti dia. Ibunya pasti bangga melahrkan gadis manis seperti dia. Ayahnya pasti tak pernah lelah jika melihat cara bagaimana anaknya menggunakan uangnya. Adik-adiknya pasti senang dengan senyumnya. Secara umum sepertinya saya tidak bisa menandingi dia. Kerja kerasnya ataupun semuanya tentang dia. Tapi hidup bukanlah hanya sekedar tanding menandingi to. Saya tidak pernsh iri pada siapapun begitu pula dengan dia. Kesuksesan dan semua yang ia raih karena ia telah bekerja keras menggapainya. Tuhan ada disetiap balik peristiwa. Saya bangga jadi diri saya dan juga tentu saja punya kehidupan seperti ini. Satu hal yang pasti, hidup ini akan terus berubah. Baik itu kita maupun waktu yang kita jalani.

Kamis, 20 Maret 2014

Masih mas yang sama




Masih mas yang sama

Katanya Bintang itu silau sekali

Bagiku tak ada yang mengkilau

Pisauku tak pernah semengkilau itu

Lalu apa yang begitu mengkilau

Emas?

Mas?

Mushroom?

Silau matahari merenggut tiga pagi terakhirku

Padahal aku senang sekali hujan di pagi hari

Oleh karenanya jam tidur berkaret-karet

 Molor bak permen karet

Aku kan tidak seperti itu

Aku kini yang terbangun paling pagi

Ayam berkokok bagiku siang sekali

Kokokannya penuh tipu

Tipunya seperti suratmu pertama kali

Aku kini murka

Tak percaya lagi

Pertanyaannya mengapa aku masih bergetar mendengar suaramu malam ini?


(mataram, desember 2013)

Selasa, 18 Maret 2014

Pinjem sandal upahnya hp!


Astaghfirullahaladzim,

mungkin inilah yang harus saya ucap berulang-ulang ketika saya tahu handphone saya hilang tadi siang (18/04). Berawal dari saya mengambil air wudhu untuk sholat zuhur seusai saya keluar kuliah. Ya Allah teganya ibu-ibu tadi! Saya pinjem sandal untuk Wudhu eh taunya hp saya raib.

Inilah yang tersisa dirumah. Carger dan headset ini sekarang kesepian. Ihhh sebenarnya yang sangat sedih itu saya. Hp itu belum aja nyampe ulang tahunnya. Ya Allah mudahan gantinya lebih baik.

Senin, 17 Maret 2014

inilah sebenarnya orang yang paling berjasa!!!