sulung VS bungsu


pelajaran yang luar biasa 

 Mengenal lebih jauh seseorang itu memang seharusnya dilakukan dengan melihat bagaimana ia melakukan pekerjaan. Jujur saja saya mungkin tipe orang yang tidak terlalu bias bekerja keras(hehe..). itu semua tentu saja bukan kemauan dari saya sendiri namun bawaan anak terakhir alias bungsu yang melekat itu. Bukan hendak menyalahkan nasib menjadi anak terakhir tetapi dari sekian pengamatan yang saya lakukan disekitar saya tinggal memang demikian adanya.
Rata-rata setiap anak pertama itu mempunyai kelebihan ‘gesit’ yang sedikit lebih baik daripada saudara- saudara lainnya alias adik-adiknya. Mengapa demikian? Jangan Tanya detailnya karena jika anda belum mulai mengamati anda akan sedikit percaya dengan kata-kata saya. Tapi tak apa akan saya jelaskan sedikit ya.. he. Begini faktanya, anak pertama tau perjalanan hidup orang tuanya dari awal sehingga ia bisa merasakan rasa pahit, manis, menderita dan rasa gado-gado lainnya. Berkat perjalanan itulah anak pertama cenderung punya insting untuk berjuang lebih dan membantu orang tuanya. Keadaan seperti ini akan semakin berjalan lebih lag jika didikan orang tuanya tepat dan hidup tidak berdasarkan kemudahan semata.
Anak terakhir yang saya temui(mungkin termasuk saya) biasanya punya insting untuk maju yang sama dengan anak pertma namun sedikit terhalang oleh kerja nyata yang kurang. Mengapa? Berikut cuplikan penjelasannya... Anak terahir cukup bayak dibantu ketika ia kecil dulu. Biasanya anak terakhir dibantu dalam segla hal sampai ia SD. Segala hal itu bisa berupa mencuci, menyetrika, dan lainnya. Lebih parah lagi anak bungsu biasanya sering disuap ketika makan. Terkadang oleh saudaranya atau tentu saja yang lebih sering mamak lah tentunya. Kebiasaan yang lain yang melekat dibawah sadar anak bungsu sangat banyak sehingga ia harus menanggung beban tak punya tanggung jawab dari kecil.

Upppss jangan salah dulu, tanggung jawab disini bukan berarti anak bngsu gak bisa mikul tanggung jawab loo. Tanggung jawab disini itu maksudnya dulu not now! Anak bungsu yang lingkungan luarnya bagus dan pergaulannya penuh tantangan akan menjadi pribadi yang akan lebih baik dari sebelumnya. Why? Because ia akan terlatih dan cepat menyadari kalau hidup tak semudah hidupnya ketika ia ditimang-timang dulu. Mari kita kembali ke ide cerita yang ingin saya bangun pada tulisan saya kali ini. Hehe maaf pembahasan diatas terkait observasi. Ok now focus! Actually saya ingin cerita tentang seorang teman yang saya kenal kira-kira 3 tahun yang lalu pada awal perkuliahan. Dan hari ini tulisan saya 80 % nya mengarah kepada dia. Dia itu siapa? Ya itu rahasia saya. Mungkin ada yang tahu? Ohh good if you know this person. Atau jangan –jangan orang yang saya jadiin topik ini mebacanya. Ya alhamdulillah siapa tau saya dapat traktiran besok(aamiin).

Begini, hari ini tanggal 29 Maret 2014 saya bersama dengan dia sejak adzan ashar berkumandang, ummm ya sekitaran itulah waktunya. Kali ini saya bekerjasama dengan ia untuk membuka sebuah bazar pada pameran. Iya ini momen penting ditahun ini, dikota ini. Sebenarnya awalnya ini hanya bisnis semata namun saya merasakan efek yang luar biasa dari dia. Dia adalah anak pertama dari pasangan oang tuanya( ya iyalah masak orang tua gue, hehe just kidding). Ia punya nyali layaknya PIE dalm film life of pie. Jika mungkin Tuhan menciptkan ia sebagai seorang pria mungkin lebih cocok padanya( maaf Tuhan bukan saya protes). Ia punya mental yang tak sukan mengeluh. Jujur saja banyak orang hebat yang saya temui itu rata-rata tidak mengeluh. Nah itulah kenapa ia termasuk orang hebat kriteria saya. Ia bekerja sangat keras harii ini. Tanpa bertanyapun saya sudah melihat bagaimana ia menahan rasa lelah di wajahnyanseharian ini. Subhanaallah! Ia hebat sekali dimata saya. Tanggung jawaabnya tak bisa saya lukiskan(hehe karena saya tidak bisa melukis).

Jangan salah sangka, saya mengucapkan yang benar adanya. Ia wanita hebat. Cara ia mengungkapkan sesuatu dan cara ia menyelesaikan itu keren coy. Saya memang jarang memuji orang kalau bertatap muka. Bukan saja pelit pujian tapi saya suka dikira bercanda kalau memuji. Ntr ujung-ujungnya saya dikira boong.^efek suka bohng^. Ketika saya benar-benar salu dengan orang biasanya saya kan jarang memuji didepannya. Media lain akan saya pergunakan untuk mewakili simpati saya, termasuk yang satu ini. Jadi jika anda bertemu saya dan sya banyak diam ada kemungkinan 2 hal dibenak saya.

Pertama, anda sangat luar biasa sehingga saya memilih diam karena takut dan sangat salut kepada anda. Kedua, ini cukup berbahaya. Alasan saya diam biasanya karena saya bosan dan tak terlalu suka cara anda berbicara sehingga membuat saya menutup rapat bibir. Itulah mengapa jika anda bertemu dengan saya dan meihat saya sangatceria dan banyak bertanya kemudian antusias berbcara kepada anda tandanya saya suka secra umum bagaimana anda. Begitu sajalah.

Kembali pada teman saya, alasan pertama lah yang berlaku padanya. Ini tidak bohong. Saya jujur. Saya bangga punya temn seperti dia. Ibunya pasti bangga melahrkan gadis manis seperti dia. Ayahnya pasti tak pernah lelah jika melihat cara bagaimana anaknya menggunakan uangnya. Adik-adiknya pasti senang dengan senyumnya. Secara umum sepertinya saya tidak bisa menandingi dia. Kerja kerasnya ataupun semuanya tentang dia. Tapi hidup bukanlah hanya sekedar tanding menandingi to. Saya tidak pernsh iri pada siapapun begitu pula dengan dia. Kesuksesan dan semua yang ia raih karena ia telah bekerja keras menggapainya. Tuhan ada disetiap balik peristiwa. Saya bangga jadi diri saya dan juga tentu saja punya kehidupan seperti ini. Satu hal yang pasti, hidup ini akan terus berubah. Baik itu kita maupun waktu yang kita jalani.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Masih mas yang sama



Masih mas yang sama

Katanya Bintang itu silau sekali

Bagiku tak ada yang mengkilau

Pisauku tak pernah semengkilau itu

Lalu apa yang begitu mengkilau

Emas?

Mas?

Mushroom?

Silau matahari merenggut tiga pagi terakhirku

Padahal aku senang sekali hujan di pagi hari

Oleh karenanya jam tidur berkaret-karet

 Molor bak permen karet

Aku kan tidak seperti itu

Aku kini yang terbangun paling pagi

Ayam berkokok bagiku siang sekali

Kokokannya penuh tipu

Tipunya seperti suratmu pertama kali

Aku kini murka

Tak percaya lagi

Pertanyaannya mengapa aku masih bergetar mendengar suaramu malam ini?


(mataram, desember 2013)
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Pinjem sandal upahnya hp!

Astaghfirullahaladzim,

mungkin inilah yang harus saya ucap berulang-ulang ketika saya tahu handphone saya hilang tadi siang (18/04). Berawal dari saya mengambil air wudhu untuk sholat zuhur seusai saya keluar kuliah. Ya Allah teganya ibu-ibu tadi! Saya pinjem sandal untuk Wudhu eh taunya hp saya raib.

Inilah yang tersisa dirumah. Carger dan headset ini sekarang kesepian. Ihhh sebenarnya yang sangat sedih itu saya. Hp itu belum aja nyampe ulang tahunnya. Ya Allah mudahan gantinya lebih baik.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

inilah sebenarnya orang yang paling berjasa!!!


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Senin, 31 Maret 2014

sulung VS bungsu



pelajaran yang luar biasa 

 Mengenal lebih jauh seseorang itu memang seharusnya dilakukan dengan melihat bagaimana ia melakukan pekerjaan. Jujur saja saya mungkin tipe orang yang tidak terlalu bias bekerja keras(hehe..). itu semua tentu saja bukan kemauan dari saya sendiri namun bawaan anak terakhir alias bungsu yang melekat itu. Bukan hendak menyalahkan nasib menjadi anak terakhir tetapi dari sekian pengamatan yang saya lakukan disekitar saya tinggal memang demikian adanya.
Rata-rata setiap anak pertama itu mempunyai kelebihan ‘gesit’ yang sedikit lebih baik daripada saudara- saudara lainnya alias adik-adiknya. Mengapa demikian? Jangan Tanya detailnya karena jika anda belum mulai mengamati anda akan sedikit percaya dengan kata-kata saya. Tapi tak apa akan saya jelaskan sedikit ya.. he. Begini faktanya, anak pertama tau perjalanan hidup orang tuanya dari awal sehingga ia bisa merasakan rasa pahit, manis, menderita dan rasa gado-gado lainnya. Berkat perjalanan itulah anak pertama cenderung punya insting untuk berjuang lebih dan membantu orang tuanya. Keadaan seperti ini akan semakin berjalan lebih lag jika didikan orang tuanya tepat dan hidup tidak berdasarkan kemudahan semata.
Anak terakhir yang saya temui(mungkin termasuk saya) biasanya punya insting untuk maju yang sama dengan anak pertma namun sedikit terhalang oleh kerja nyata yang kurang. Mengapa? Berikut cuplikan penjelasannya... Anak terahir cukup bayak dibantu ketika ia kecil dulu. Biasanya anak terakhir dibantu dalam segla hal sampai ia SD. Segala hal itu bisa berupa mencuci, menyetrika, dan lainnya. Lebih parah lagi anak bungsu biasanya sering disuap ketika makan. Terkadang oleh saudaranya atau tentu saja yang lebih sering mamak lah tentunya. Kebiasaan yang lain yang melekat dibawah sadar anak bungsu sangat banyak sehingga ia harus menanggung beban tak punya tanggung jawab dari kecil.

Upppss jangan salah dulu, tanggung jawab disini bukan berarti anak bngsu gak bisa mikul tanggung jawab loo. Tanggung jawab disini itu maksudnya dulu not now! Anak bungsu yang lingkungan luarnya bagus dan pergaulannya penuh tantangan akan menjadi pribadi yang akan lebih baik dari sebelumnya. Why? Because ia akan terlatih dan cepat menyadari kalau hidup tak semudah hidupnya ketika ia ditimang-timang dulu. Mari kita kembali ke ide cerita yang ingin saya bangun pada tulisan saya kali ini. Hehe maaf pembahasan diatas terkait observasi. Ok now focus! Actually saya ingin cerita tentang seorang teman yang saya kenal kira-kira 3 tahun yang lalu pada awal perkuliahan. Dan hari ini tulisan saya 80 % nya mengarah kepada dia. Dia itu siapa? Ya itu rahasia saya. Mungkin ada yang tahu? Ohh good if you know this person. Atau jangan –jangan orang yang saya jadiin topik ini mebacanya. Ya alhamdulillah siapa tau saya dapat traktiran besok(aamiin).

Begini, hari ini tanggal 29 Maret 2014 saya bersama dengan dia sejak adzan ashar berkumandang, ummm ya sekitaran itulah waktunya. Kali ini saya bekerjasama dengan ia untuk membuka sebuah bazar pada pameran. Iya ini momen penting ditahun ini, dikota ini. Sebenarnya awalnya ini hanya bisnis semata namun saya merasakan efek yang luar biasa dari dia. Dia adalah anak pertama dari pasangan oang tuanya( ya iyalah masak orang tua gue, hehe just kidding). Ia punya nyali layaknya PIE dalm film life of pie. Jika mungkin Tuhan menciptkan ia sebagai seorang pria mungkin lebih cocok padanya( maaf Tuhan bukan saya protes). Ia punya mental yang tak sukan mengeluh. Jujur saja banyak orang hebat yang saya temui itu rata-rata tidak mengeluh. Nah itulah kenapa ia termasuk orang hebat kriteria saya. Ia bekerja sangat keras harii ini. Tanpa bertanyapun saya sudah melihat bagaimana ia menahan rasa lelah di wajahnyanseharian ini. Subhanaallah! Ia hebat sekali dimata saya. Tanggung jawaabnya tak bisa saya lukiskan(hehe karena saya tidak bisa melukis).

Jangan salah sangka, saya mengucapkan yang benar adanya. Ia wanita hebat. Cara ia mengungkapkan sesuatu dan cara ia menyelesaikan itu keren coy. Saya memang jarang memuji orang kalau bertatap muka. Bukan saja pelit pujian tapi saya suka dikira bercanda kalau memuji. Ntr ujung-ujungnya saya dikira boong.^efek suka bohng^. Ketika saya benar-benar salu dengan orang biasanya saya kan jarang memuji didepannya. Media lain akan saya pergunakan untuk mewakili simpati saya, termasuk yang satu ini. Jadi jika anda bertemu saya dan sya banyak diam ada kemungkinan 2 hal dibenak saya.

Pertama, anda sangat luar biasa sehingga saya memilih diam karena takut dan sangat salut kepada anda. Kedua, ini cukup berbahaya. Alasan saya diam biasanya karena saya bosan dan tak terlalu suka cara anda berbicara sehingga membuat saya menutup rapat bibir. Itulah mengapa jika anda bertemu dengan saya dan meihat saya sangatceria dan banyak bertanya kemudian antusias berbcara kepada anda tandanya saya suka secra umum bagaimana anda. Begitu sajalah.

Kembali pada teman saya, alasan pertama lah yang berlaku padanya. Ini tidak bohong. Saya jujur. Saya bangga punya temn seperti dia. Ibunya pasti bangga melahrkan gadis manis seperti dia. Ayahnya pasti tak pernah lelah jika melihat cara bagaimana anaknya menggunakan uangnya. Adik-adiknya pasti senang dengan senyumnya. Secara umum sepertinya saya tidak bisa menandingi dia. Kerja kerasnya ataupun semuanya tentang dia. Tapi hidup bukanlah hanya sekedar tanding menandingi to. Saya tidak pernsh iri pada siapapun begitu pula dengan dia. Kesuksesan dan semua yang ia raih karena ia telah bekerja keras menggapainya. Tuhan ada disetiap balik peristiwa. Saya bangga jadi diri saya dan juga tentu saja punya kehidupan seperti ini. Satu hal yang pasti, hidup ini akan terus berubah. Baik itu kita maupun waktu yang kita jalani.

Kamis, 20 Maret 2014

Masih mas yang sama




Masih mas yang sama

Katanya Bintang itu silau sekali

Bagiku tak ada yang mengkilau

Pisauku tak pernah semengkilau itu

Lalu apa yang begitu mengkilau

Emas?

Mas?

Mushroom?

Silau matahari merenggut tiga pagi terakhirku

Padahal aku senang sekali hujan di pagi hari

Oleh karenanya jam tidur berkaret-karet

 Molor bak permen karet

Aku kan tidak seperti itu

Aku kini yang terbangun paling pagi

Ayam berkokok bagiku siang sekali

Kokokannya penuh tipu

Tipunya seperti suratmu pertama kali

Aku kini murka

Tak percaya lagi

Pertanyaannya mengapa aku masih bergetar mendengar suaramu malam ini?


(mataram, desember 2013)

Selasa, 18 Maret 2014

Pinjem sandal upahnya hp!


Astaghfirullahaladzim,

mungkin inilah yang harus saya ucap berulang-ulang ketika saya tahu handphone saya hilang tadi siang (18/04). Berawal dari saya mengambil air wudhu untuk sholat zuhur seusai saya keluar kuliah. Ya Allah teganya ibu-ibu tadi! Saya pinjem sandal untuk Wudhu eh taunya hp saya raib.

Inilah yang tersisa dirumah. Carger dan headset ini sekarang kesepian. Ihhh sebenarnya yang sangat sedih itu saya. Hp itu belum aja nyampe ulang tahunnya. Ya Allah mudahan gantinya lebih baik.

Senin, 17 Maret 2014

inilah sebenarnya orang yang paling berjasa!!!