Resensi Film The Ron Clark Story


Resensi Film The Ron Clark Story

By:ULFATUN NI’MAH

 
The Ron Clark Story adalah film yang bersumber dari sebuah kisah yang kemudian diadaptasikan menjadi film ini. Tokoh utama dalam film ini adalah Ron Clark yang diperankan oleh Matthew Perry, seorang guru yang sangat inovatif, kreatif dan bersemangat.
Dia adalah seorang guru yang sangat menginspirasi siswanya. film yang berdurasi sekitar 90 menit ini disutradarai oleh Randa Haines dengan naskah yang ditulis oleh Annie DeYoung bersama Max Enscoe ini banyak menjadi sorotan khususnya dalam bidang pendidikan lebih khusus lagi perkembangan pendidikan di Indonesia ini. Selain Matthew Perry, artis Judith Buchan dan Griffin Cork juga ikut bergabung dalam pembuatan film ini. Film yang diproduksi oleh GRANADA AMERICA MAGNA Global entertainment dan TNT ini mengisahkan perjalanan Ron Clark atau Mr. Clark yang semula menjadi guru di Snowden Elementary school di Aurora, North California pada tahun 1994. Mr. Clark menjadi guru di sana selama 4 tahun, dan berhasil . Akhirnya ia memutuskan untuk berpindah ke Clark di New York dan menemukan sekolah barunya yaitu “INNER HARLEM ELEMENTARY SCHOOL”. 
Selanjutnya ia ditunjukkan kelas yang akan Mr. Clark ajar oleh Mr. Turner, kepala sekolah SD Harleem. Sebelum ia mengajar kelasnya, terlebih dahulu dia mengunjungi rumah masing-masing siswanya dan ia menemukan berbagai kondisi dan latar belakang yang sangat berbeda. Ketika Mr. Clark masuk ke kelasnya untuk pertama kalinya, dia melihat kondisi murid-muridnya acuh terhadap guru dan sama sekali tidak menghargainya. Selanjutnya ia menerapkan beberapa aturan dalam kelasnya dan peraturan yang pertama kali dibuat adalah menjadikan kelas tersebut sebagai keluarga yang harus saling membantu, menghargai dan menyayangi. Mr. Clark mengalami berbagai macam kendala Mulai dari kebiasaan mereka yang tidak menghargai kawan maupun gurunya, berkelahi, dan kenakalan-kenakalan lain. Terlebih ketika ia membalikkan meja siswanya yang bernama Shemika, ia merasa menyesal dan putus asa . 
Ditengah perjalanan Mr. Clark merasa putus asa dan berniat untuk berhenti mengajar di SD Harleem. Namun beruntung ada salah seorang teman wanita Clark yang bernama Maurice memberinya semangat agar tetap berjuang dan membuktikan bahwa dirinya mampu dan akhirnya Clark mengurungkan niatnya untuk menyerah dan kembali mengajar di kelasnya keesokan harinya. Masalah juga datang dari Mr. Turner yang merasa kurang cocok dengan gaya pembelajaran yang dilakukan oleh Mr. Clark. Ia Kurang percaya dengan metode yang dilakukan oleh Mr. Clark dan terus menuntut agar seluruh siswanya lulus. Dalam mengajar siswanya Mr. Clark menggunakan metode-metode yang lain daripada yang lain. Dia menggunakan metode yang disukai dan dapat membuat siswanya merasa nyaman dan senang selama proses pembelajaran. Entah dengan menggunakan radio tape, berjalan jalan, atau bernyanyi raff. Mr. Clark juga meluangkan waktunya untuk memberikan pelajaran tambahan bagi para siswanya secara privat. Hingga membuat ia harus dirawat di rumah sakit. Ketika dirawat di rumah sakit, dia tetap mengajar siswanya dengan menggunakan rekaman videonya dari Rumah sakit. Ketika hasil ujian Nasional telah diperoleh, pada hari itu Mr. Clark mengundang orang tua siswa guna menyaksikan pengumuman nilai dari putra-putrinya. 
Di tengah-tengah acara itu, Mr. Turner tiba-tiba masuk dan memberikan surat pengumuman. Isi dari surat tersebut adalah memberitahukan bahwa niai dari salah satu siswanya merupakan nilai tertingggi dalam Ujian nasional, bahkan nilai rata-rata kelas itu yang terbaik dan mengalahkan nilai rata-rata kelas unggulan. Kelas pun sontak menjadi riuh dengan kebahagiaan dan kegembiraan Dalam kesempatan tersebut bahkan Shemica sebagai perwakilan dari teman-temannya mengatakan ”Mr. Clark, terimakasih untuk selalu berada disana bahkan ketika kami tidak sedang menginginkannya, kau memberikan kami inspirasi.” Mr. Clark memang bukanlah sekadar guru dalam artian tradisional, ia memandang profesinya sebagai sebuah panggilan hidup. Kenapa dia bisa seperti itu dan kita tidak. 
Hakikatnya film ini mengispirasi kita khusunya mahasiswa FKIP yang notebenenya adalah seorang pendidik masa depan untuk mengemban tanggung jawab kita nantinya sebagai pendidik yang professional dan benar-benar mendedikasikan hidup kita sepenuhnya untuk siswa-siswa kita apapun keadaannya sehingga tercapailah tujuan pendidikan kita yakni mencerdaskan hidup bangsa. Semoga saja kita mampu mengaplikasikan gaya mengajar yang tak pernah lelahnya Mr Clark dalam film ini dan menjadi guru terbaik bagi murid-murid kita nantinya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "Resensi Film The Ron Clark Story"

Posting Komentar

thanks for you comment.:)

Jumat, 31 Mei 2013

Resensi Film The Ron Clark Story



Resensi Film The Ron Clark Story

By:ULFATUN NI’MAH

 
The Ron Clark Story adalah film yang bersumber dari sebuah kisah yang kemudian diadaptasikan menjadi film ini. Tokoh utama dalam film ini adalah Ron Clark yang diperankan oleh Matthew Perry, seorang guru yang sangat inovatif, kreatif dan bersemangat.
Dia adalah seorang guru yang sangat menginspirasi siswanya. film yang berdurasi sekitar 90 menit ini disutradarai oleh Randa Haines dengan naskah yang ditulis oleh Annie DeYoung bersama Max Enscoe ini banyak menjadi sorotan khususnya dalam bidang pendidikan lebih khusus lagi perkembangan pendidikan di Indonesia ini. Selain Matthew Perry, artis Judith Buchan dan Griffin Cork juga ikut bergabung dalam pembuatan film ini. Film yang diproduksi oleh GRANADA AMERICA MAGNA Global entertainment dan TNT ini mengisahkan perjalanan Ron Clark atau Mr. Clark yang semula menjadi guru di Snowden Elementary school di Aurora, North California pada tahun 1994. Mr. Clark menjadi guru di sana selama 4 tahun, dan berhasil . Akhirnya ia memutuskan untuk berpindah ke Clark di New York dan menemukan sekolah barunya yaitu “INNER HARLEM ELEMENTARY SCHOOL”. 
Selanjutnya ia ditunjukkan kelas yang akan Mr. Clark ajar oleh Mr. Turner, kepala sekolah SD Harleem. Sebelum ia mengajar kelasnya, terlebih dahulu dia mengunjungi rumah masing-masing siswanya dan ia menemukan berbagai kondisi dan latar belakang yang sangat berbeda. Ketika Mr. Clark masuk ke kelasnya untuk pertama kalinya, dia melihat kondisi murid-muridnya acuh terhadap guru dan sama sekali tidak menghargainya. Selanjutnya ia menerapkan beberapa aturan dalam kelasnya dan peraturan yang pertama kali dibuat adalah menjadikan kelas tersebut sebagai keluarga yang harus saling membantu, menghargai dan menyayangi. Mr. Clark mengalami berbagai macam kendala Mulai dari kebiasaan mereka yang tidak menghargai kawan maupun gurunya, berkelahi, dan kenakalan-kenakalan lain. Terlebih ketika ia membalikkan meja siswanya yang bernama Shemika, ia merasa menyesal dan putus asa . 
Ditengah perjalanan Mr. Clark merasa putus asa dan berniat untuk berhenti mengajar di SD Harleem. Namun beruntung ada salah seorang teman wanita Clark yang bernama Maurice memberinya semangat agar tetap berjuang dan membuktikan bahwa dirinya mampu dan akhirnya Clark mengurungkan niatnya untuk menyerah dan kembali mengajar di kelasnya keesokan harinya. Masalah juga datang dari Mr. Turner yang merasa kurang cocok dengan gaya pembelajaran yang dilakukan oleh Mr. Clark. Ia Kurang percaya dengan metode yang dilakukan oleh Mr. Clark dan terus menuntut agar seluruh siswanya lulus. Dalam mengajar siswanya Mr. Clark menggunakan metode-metode yang lain daripada yang lain. Dia menggunakan metode yang disukai dan dapat membuat siswanya merasa nyaman dan senang selama proses pembelajaran. Entah dengan menggunakan radio tape, berjalan jalan, atau bernyanyi raff. Mr. Clark juga meluangkan waktunya untuk memberikan pelajaran tambahan bagi para siswanya secara privat. Hingga membuat ia harus dirawat di rumah sakit. Ketika dirawat di rumah sakit, dia tetap mengajar siswanya dengan menggunakan rekaman videonya dari Rumah sakit. Ketika hasil ujian Nasional telah diperoleh, pada hari itu Mr. Clark mengundang orang tua siswa guna menyaksikan pengumuman nilai dari putra-putrinya. 
Di tengah-tengah acara itu, Mr. Turner tiba-tiba masuk dan memberikan surat pengumuman. Isi dari surat tersebut adalah memberitahukan bahwa niai dari salah satu siswanya merupakan nilai tertingggi dalam Ujian nasional, bahkan nilai rata-rata kelas itu yang terbaik dan mengalahkan nilai rata-rata kelas unggulan. Kelas pun sontak menjadi riuh dengan kebahagiaan dan kegembiraan Dalam kesempatan tersebut bahkan Shemica sebagai perwakilan dari teman-temannya mengatakan ”Mr. Clark, terimakasih untuk selalu berada disana bahkan ketika kami tidak sedang menginginkannya, kau memberikan kami inspirasi.” Mr. Clark memang bukanlah sekadar guru dalam artian tradisional, ia memandang profesinya sebagai sebuah panggilan hidup. Kenapa dia bisa seperti itu dan kita tidak. 
Hakikatnya film ini mengispirasi kita khusunya mahasiswa FKIP yang notebenenya adalah seorang pendidik masa depan untuk mengemban tanggung jawab kita nantinya sebagai pendidik yang professional dan benar-benar mendedikasikan hidup kita sepenuhnya untuk siswa-siswa kita apapun keadaannya sehingga tercapailah tujuan pendidikan kita yakni mencerdaskan hidup bangsa. Semoga saja kita mampu mengaplikasikan gaya mengajar yang tak pernah lelahnya Mr Clark dalam film ini dan menjadi guru terbaik bagi murid-murid kita nantinya.

0 komentar:

Posting Komentar

thanks for you comment.:)