ungkapan hati

Mencintai dalam diam
Oleh:Ulfatun Ni’mah
Synopsis:Nada yang telah kehilangan ibunya berjuang untuk melanjutkan kuliah sempat merasa jenuh dengan hidunya sampai suatu saat ia bertemu dengan seorang pemuda yang menarik perhatiannya.Rasa penasarannya ini membuat ia penasaran dan pada akhirnya ia catuh cinta.Namun.bagaimana kisah selanjutnya?apakah nada bisa bersatu dengan pemuda itu?





Mega yang indah pagi ini tak tampak indah.Entah mengapa udara yang beraroma semangat juga tak ku rasakan saat mata ini terbuka.Apa hanya aku saja yang tidak merasakannya atau apa,tak habis fikir olehku saat ini.Tiba-tiba handphoneku bergetar tanda sesuatu telah masuk.Segera aku melihatnya dan teryata seperti biasa teman yang ingin menanyakan jam kuliah pagi ini.
Malas sekali rasanya aku melihat sms biasa seperti itu setiap harinya.Aku ingin sesuatu yang lain,sesuatu yang sekiranya mampu mengobati kekosongan hati ini.Aku tak membuang waktu lagi intuk berkhayal pagi ini,karena memang tuntutan jam yang harus memaksaku cepat bergerak kalau aku tidak mau tidak masuk kelas.Di bilang sibuk sebenarnya memang aku selalu menyibukkan diri dengan banyak kegiatan,baik formal maupun organisasi di kampus.Tapi,itu rasanya tidak cukup untuk menghilangkan sepi sendiri sejak hidupku berubah 2 tahun yang lalu.
Saat itu aku mulai merantau ke luar pulau untuk melanjutkan studiku ke perguruan tinggi di tanah jawa ini.Inilah aku,nada safira anak bungsu dari 4 bersaudara yang nekat merantau ke jawa untuk kuliah jauh-jauh dari NTB,tepatnya dari pulau Lombok. Aku sekarang tengah berada di semester 5 jurusan ilmu fisika murni.Jurusan ini dari dulu memang aku impikan mengingat fisika adalah pelajaran favoritku sejak SMP sampai SMA.
Ibuku yag telah lebih dulu menghadap ilahi karena sebuah kecelakaan adalah kenyataan pahit dalam hidupku yang selama ini selalu ku jadikan semangat dalam kuliah.Cobaan bertubi-tubi datang, namun aku tak mau menyerah.Bagiku hidup ini hanya sebuah permainan .maka barangsiapa yang mampu dengan sabar dan teliti menghadapi permainan itu maka ia yang akan memenangkan permainannya.Hidup dengan basiswa dari pemerintah sedikit melegakan.Bagiku ini adalah waktu yang paling tepat untuk mengangkat nama baik keluargaku yang selalu di remehkan oleh saudara dari pihak bapak ..Bapak selalu di remehkan karena di antara keluarganya hanya keluargaku yang bisa di bilang biasa-biasa saja.Bahkan menurut mereka mungkin kurang,sebab tak bisa memasukkan anak-anaknya ke perguruan tinggi ternama karena terbentur biaya.
“Saat ini adalah waktu yang tepat untuk membuktikan pada mereka kalau pemikirannya itu salah”gumamku dalam hati ketika teringat sindiran-sindiran itu.Hal ini selalu membuatku semangat mengingat ke-3 saudaraku memang tidak melanjutkan studinya ke perguruan tinggi melainkan lebih cenderung ke pesantren karena biayanya terjangkau.
Hari-hariku kuliah di jejali dengan banyaknya tugas laporan praktikum ,terkadang aku jemu dan bosan ,sampai suatu saat aku melihat sosok tinggi,putih,berkacamata dan berwibawa .Penasaran aku di buatnya.Siapakah gerangan cowok itu?.Setelah aku mencari tau ternyata ia adalah mahasiswa pindahan jurusan ilmu kimia murni 1 tahun di atasku,Fikri namanya,Sekarang setiap kali jenuh aku selalu mencari-cari cara untuk sekedar melihatnya berjalan atau sekedar melihat senyum manisnya.Bagiku melihatnya adalah sebuah hiburan yang sangat menenangkan. Hati.Jenuh dan rasa bosan seketika sirna ketika senyum sudah tersungging di wajahnya.Senyumnya adalah anugerah bagiku.
Ingin aku mengenal dan menyapanya,tapi mulut ini seakan tak bergerak ketika aku sudah mulai di dekatnya.alhasil aku belum pernah sedikitpun berbincang atau bahkan sekedar menyapa dengannya.Rasa malu selalu mengalahkan keberanianku untuk sekedar berkenalan dengannya.Melihat dan memperhatikan dari jauh adalah pilihan terakhir yang ku rasa cukup membahagiakan .Bahagia itu terasa,dan semakin terasa.
Satu tahun berlalu,ia pun harus pergi karena studinya yang sudah selesai.Aku sedih sekaligus bahagia mendengar kabar bahwa ia akan di wisuda bulan ini.Aku sedih karena tak akan ada lagi yang diam-diam mampu meredam rasa bosanku,tak akan ada lagi senyum indah yang membayangi tidurku setiap malam.Tapi aku juga sepatutnya turut berbahagia atas kesuksesannya menyelesaikan studinya.Ingin rasanya aku berjabat tangan atau ngobrol sekali saja,tapi lagi-lagi rasa Malu ku mengalahkan keinginanku itu .Maka aku putuskan untuk memberikan sebuah buku tempel secara sembunyi-sembunyi kepadanya.Buku ini sebenarnya kenanganku selama setahun dengannya.Aku memberikan ini karena aku merasa tidak ada lagi harapan bagiku untuk bisa mengenalnya,maka dengan cara ini mungkin aku bisa melupakannya.Aku hanya berharap jika ia memang jodoh yang ALLAH berikan untukku ,maka pertemukanlah aku kelak dengannya di waktu yang tepat.
Berkat bantuan seorang teman aku berhasil menaruh buku tempel itu di tasnya.tepatnya ketika ia sedang di wisuda.Aku juga memberanikan diri mengucapkan selamat dan berjabat tangan dengannya atas kelulusannya ,meskipun hal itu aku lakukan atas nama organisasi yang aku geluti saat itu,bukan atas nama seseorang yang selalu merindukan senyumnya.”mungkin ini kali pertama dan terakhir ia tersenyum tepat di depan wajahku”batinku dalam hati saat tanganku benar-benar menyatu dengan tangannya .Tak ingin rasanya aku melepas tangannya dari tanganku tapi itu tidak mungkin.
Hari-hari berlalu sepi tanpa senyumnya,mau tak mau aku juga harus melanjutkan hidupku tanpa kehadiran senyumnya lagi.Awalnya hari-hari ku terasa berat,tapi bukan nada namanya kalau cepat menyerah.Waktu pun akhirnya membantuku untuk menjalani hidup walau tanpa senyumnya.Skripsiku sudah selesai dan tinggal menunggu waktu untuk di uji.Saat pengumuman wisuda tiba

“selamat untuk Nada safira yang telah lulus dengan nilai tertinggi,anda berhak memperoleh beasiswa ke Amerika hingga studi anda selesai.”
Air matapun menetes bahagia ,segera ku peluk bapak yang selalu memberikan semangat dalam perjuanganku ini dengan bahagia,bapakpun membalas dengan penuh kasih sayang.”kejarlah mimpimu nak,kejarlah sampai kau dapat!”bisik ayah seraya memelukku erat.Aku bahagia sekali .Bahagia atas kelulusanku,juga bahagia atas keberhasilanku untk mencintainya dalam diam.Sebab diamku adalah bukti cintaku padanya.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "ungkapan hati"

Posting Komentar

thanks for you comment.:)

Jumat, 02 Maret 2012

ungkapan hati


Mencintai dalam diam
Oleh:Ulfatun Ni’mah
Synopsis:Nada yang telah kehilangan ibunya berjuang untuk melanjutkan kuliah sempat merasa jenuh dengan hidunya sampai suatu saat ia bertemu dengan seorang pemuda yang menarik perhatiannya.Rasa penasarannya ini membuat ia penasaran dan pada akhirnya ia catuh cinta.Namun.bagaimana kisah selanjutnya?apakah nada bisa bersatu dengan pemuda itu?





Mega yang indah pagi ini tak tampak indah.Entah mengapa udara yang beraroma semangat juga tak ku rasakan saat mata ini terbuka.Apa hanya aku saja yang tidak merasakannya atau apa,tak habis fikir olehku saat ini.Tiba-tiba handphoneku bergetar tanda sesuatu telah masuk.Segera aku melihatnya dan teryata seperti biasa teman yang ingin menanyakan jam kuliah pagi ini.
Malas sekali rasanya aku melihat sms biasa seperti itu setiap harinya.Aku ingin sesuatu yang lain,sesuatu yang sekiranya mampu mengobati kekosongan hati ini.Aku tak membuang waktu lagi intuk berkhayal pagi ini,karena memang tuntutan jam yang harus memaksaku cepat bergerak kalau aku tidak mau tidak masuk kelas.Di bilang sibuk sebenarnya memang aku selalu menyibukkan diri dengan banyak kegiatan,baik formal maupun organisasi di kampus.Tapi,itu rasanya tidak cukup untuk menghilangkan sepi sendiri sejak hidupku berubah 2 tahun yang lalu.
Saat itu aku mulai merantau ke luar pulau untuk melanjutkan studiku ke perguruan tinggi di tanah jawa ini.Inilah aku,nada safira anak bungsu dari 4 bersaudara yang nekat merantau ke jawa untuk kuliah jauh-jauh dari NTB,tepatnya dari pulau Lombok. Aku sekarang tengah berada di semester 5 jurusan ilmu fisika murni.Jurusan ini dari dulu memang aku impikan mengingat fisika adalah pelajaran favoritku sejak SMP sampai SMA.
Ibuku yag telah lebih dulu menghadap ilahi karena sebuah kecelakaan adalah kenyataan pahit dalam hidupku yang selama ini selalu ku jadikan semangat dalam kuliah.Cobaan bertubi-tubi datang, namun aku tak mau menyerah.Bagiku hidup ini hanya sebuah permainan .maka barangsiapa yang mampu dengan sabar dan teliti menghadapi permainan itu maka ia yang akan memenangkan permainannya.Hidup dengan basiswa dari pemerintah sedikit melegakan.Bagiku ini adalah waktu yang paling tepat untuk mengangkat nama baik keluargaku yang selalu di remehkan oleh saudara dari pihak bapak ..Bapak selalu di remehkan karena di antara keluarganya hanya keluargaku yang bisa di bilang biasa-biasa saja.Bahkan menurut mereka mungkin kurang,sebab tak bisa memasukkan anak-anaknya ke perguruan tinggi ternama karena terbentur biaya.
“Saat ini adalah waktu yang tepat untuk membuktikan pada mereka kalau pemikirannya itu salah”gumamku dalam hati ketika teringat sindiran-sindiran itu.Hal ini selalu membuatku semangat mengingat ke-3 saudaraku memang tidak melanjutkan studinya ke perguruan tinggi melainkan lebih cenderung ke pesantren karena biayanya terjangkau.
Hari-hariku kuliah di jejali dengan banyaknya tugas laporan praktikum ,terkadang aku jemu dan bosan ,sampai suatu saat aku melihat sosok tinggi,putih,berkacamata dan berwibawa .Penasaran aku di buatnya.Siapakah gerangan cowok itu?.Setelah aku mencari tau ternyata ia adalah mahasiswa pindahan jurusan ilmu kimia murni 1 tahun di atasku,Fikri namanya,Sekarang setiap kali jenuh aku selalu mencari-cari cara untuk sekedar melihatnya berjalan atau sekedar melihat senyum manisnya.Bagiku melihatnya adalah sebuah hiburan yang sangat menenangkan. Hati.Jenuh dan rasa bosan seketika sirna ketika senyum sudah tersungging di wajahnya.Senyumnya adalah anugerah bagiku.
Ingin aku mengenal dan menyapanya,tapi mulut ini seakan tak bergerak ketika aku sudah mulai di dekatnya.alhasil aku belum pernah sedikitpun berbincang atau bahkan sekedar menyapa dengannya.Rasa malu selalu mengalahkan keberanianku untuk sekedar berkenalan dengannya.Melihat dan memperhatikan dari jauh adalah pilihan terakhir yang ku rasa cukup membahagiakan .Bahagia itu terasa,dan semakin terasa.
Satu tahun berlalu,ia pun harus pergi karena studinya yang sudah selesai.Aku sedih sekaligus bahagia mendengar kabar bahwa ia akan di wisuda bulan ini.Aku sedih karena tak akan ada lagi yang diam-diam mampu meredam rasa bosanku,tak akan ada lagi senyum indah yang membayangi tidurku setiap malam.Tapi aku juga sepatutnya turut berbahagia atas kesuksesannya menyelesaikan studinya.Ingin rasanya aku berjabat tangan atau ngobrol sekali saja,tapi lagi-lagi rasa Malu ku mengalahkan keinginanku itu .Maka aku putuskan untuk memberikan sebuah buku tempel secara sembunyi-sembunyi kepadanya.Buku ini sebenarnya kenanganku selama setahun dengannya.Aku memberikan ini karena aku merasa tidak ada lagi harapan bagiku untuk bisa mengenalnya,maka dengan cara ini mungkin aku bisa melupakannya.Aku hanya berharap jika ia memang jodoh yang ALLAH berikan untukku ,maka pertemukanlah aku kelak dengannya di waktu yang tepat.
Berkat bantuan seorang teman aku berhasil menaruh buku tempel itu di tasnya.tepatnya ketika ia sedang di wisuda.Aku juga memberanikan diri mengucapkan selamat dan berjabat tangan dengannya atas kelulusannya ,meskipun hal itu aku lakukan atas nama organisasi yang aku geluti saat itu,bukan atas nama seseorang yang selalu merindukan senyumnya.”mungkin ini kali pertama dan terakhir ia tersenyum tepat di depan wajahku”batinku dalam hati saat tanganku benar-benar menyatu dengan tangannya .Tak ingin rasanya aku melepas tangannya dari tanganku tapi itu tidak mungkin.
Hari-hari berlalu sepi tanpa senyumnya,mau tak mau aku juga harus melanjutkan hidupku tanpa kehadiran senyumnya lagi.Awalnya hari-hari ku terasa berat,tapi bukan nada namanya kalau cepat menyerah.Waktu pun akhirnya membantuku untuk menjalani hidup walau tanpa senyumnya.Skripsiku sudah selesai dan tinggal menunggu waktu untuk di uji.Saat pengumuman wisuda tiba

“selamat untuk Nada safira yang telah lulus dengan nilai tertinggi,anda berhak memperoleh beasiswa ke Amerika hingga studi anda selesai.”
Air matapun menetes bahagia ,segera ku peluk bapak yang selalu memberikan semangat dalam perjuanganku ini dengan bahagia,bapakpun membalas dengan penuh kasih sayang.”kejarlah mimpimu nak,kejarlah sampai kau dapat!”bisik ayah seraya memelukku erat.Aku bahagia sekali .Bahagia atas kelulusanku,juga bahagia atas keberhasilanku untk mencintainya dalam diam.Sebab diamku adalah bukti cintaku padanya.

0 komentar:

Posting Komentar

thanks for you comment.:)